Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Industri Tahu Desa Mejing Magelang, Tulang Punggung Ekonomi Sekaligus Wujudkan Kemandirian Warga

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Minggu, 6 Oktober 2024 | 02:07 WIB
Karyawan sedang memproduksi tahu di salah satu pabrik di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.
Karyawan sedang memproduksi tahu di salah satu pabrik di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Harum olahan tahu tercium ketika melintas di Jalan Pisangan, Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Pasalnya daerah tersebut, merupakan salah satu sentra pembuatan tahu dan tempe.

Salah satu sentra pembuatan tahu adalah di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo. Bahkan tahu dan tempe hasil produksi warga Desa Mejing tembus hingga luar daerah.

Seperti, Jogjakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Semarang, Demak, Boyolali, Sragen. Hingga saat ini, ada 150 industri rumahan yang masih eksis dan berupaya mempertahankan kualitasnya.

Kepala Dusun Mejing 1 Mahmudi menceritakan, industri rumahan pembuatan tahu dan tempe di desanya berawal dari dua orang warga Borobudur yang singgah ke Desa Mejing.

Kehadiran dua orang ini, juga menyalurkan ilmu dengan mengajari cara pembuatan tahu dan tempe.

“Itu sekitar 1955-an, dan sampai sekarang masih terus bertahan hingga jumlahnya sudah 150-an di 8 dusun,” ucapnya.

Melihat peluang tersebut, para remaja menggeluti usaha ini. Daripada cari kerja keluar, para remaja memilih mengembangkan usaha. Sehingga regenerasi berjalan baik.

Para remaja Desa Mejing lebih bersemangat mengelola usaha tahu daripada bertani. Home industri tahu bisa membantu mengentaskan angka pengangguran di desa.

Ia menyampaikan, sebelum membuka usaha sendiri, biasanya orang bekerja di home industri yang sudah ada.

“Setelah beberapa tahun, paham dengan kondisi pasar, baru membuka sendiri,” jelasnya.

Seperti halnya UMKM lain, ketika terjadi Covid-19, banyak yang gulung tikar.

Mereka kesulitan mempertahankan usaha karena permintaan menurun drastis. Beruntung, masih ada yang mampu bertahan meski tertatih-tatih dan eksis hingga sekarang.

Mahmudi menyebut, tahu yang diproduksi warga Mejing, sama seperti produk di daerah lain. Baik rasa maupun ukuran. Hanya saja, kualitas air yang digunakan dalam pengolahannya, berbeda.

"Air yang digunakan untuk pengolahan berasal dari sumber mata air di Pisangan," katanya.

Keberadaan sentra perajin tahu itu mampu berkontribusi untuk menekan angka pengangguran di desa tersebut dan sekitarnya.

Sebab, masing-masing praktis membutuhkan banyak pekerja untuk memproduksi tahu maupun tempe. Beruntung, anak-anak muda setempat tidak segan untuk menjadi pekerjanya. (rfk/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#industri rumahan #tempe #desa mejing #Kabupaten Magelang #Perajin Tahu #Kecamatan Candimulyo