RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Harga sayuran seperti kubis dan tomat sedang anjlok. Harga kubis saat ini hanya Rp 300 sampai Rp 500 per kg dan harga tomat Rp 750 per kg.
Padahal harga normalnya untuk kubis Rp 2.500 per kg dan tomat Rp 4.000 per kg.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan menyampaikan, penyebab anjloknya harga kubis dan tomat ini karena untuk sentra produksi sayuran di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta daerah lainnya sekarang sedang melimpah.
Sedangkan permintaan pasar terbatas, sehingga menyebabkan kelebihan produk.
“Pastinya akan berlaku hukum pasar supply and demand. Padahal produk sayuran ini tidak bisa disimpan terlalu lama, karena bisa membusuk. Karena itu, harga sayuran seperti kubis dan tomat terjun bebas,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (2/10/2024).
Untuk membantu petani sayuran itu, Pemkab Magelang menggelar gerakan aparat sipil negara (ASN) beli sayuran. Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran Sekda Kabupaten Magelang Nomor 520/2668/20 Tahun 2024.
“Gerakan ini kita lakukan selama dua hari. Sekarang (kemarin) dan besok (hari ini). Kegiatan dipusatkan di Lapangan drh. Soepardi Kabupaten Magelang dengan harga per paket Rp 15.000 berisi kubis, tomat, loncang, seledri, dan cabai,” terangnya.
Untuk hari ini, kata Romza, disiapkan 3-4 kuintal kubis, 1,5 kuintal tomat, 25 kg cabai, 25 kg loncang, dan seledri.
“Setiap hari disiapkan sekitar 150 paket,” ucapnya.
Ketua Champion Cabai Kabupaten Magelang Sudarno menambahkan, sayuran tersebut berasal dari petani di Ngablak.
Untuk saat ini, para petani kubis sedang panen raya. “Harga per hari ini Rp 750 per kg.
Untuk gerakan ini, harga kubis kita beli Rp 1.000 per kg,” jelasnya.
Sudarno mengatakan, keluh kesah petani saat ini, karena tidak ada yang mau membeli. Yang biasanya pada setiap panen ada yang mengambil 2-10 ton, saat ini mereka tidak mau.
“Penyebabnya, karena di pasar sudah tidak laku,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto