RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Menjelang peresmian oleh Presiden Joko Widodo pada awal Oktober mendatang, sebagian pedagang mulai menempati lapak di Museum dan Kampung Seni Borobudur, Kujon, Borobudur, Kabupaten Magelang.
Relokasi pedagang dimulai sejak 16 September lalu.
Para pedagang mengungkapkan kepuasan terhadap kondisi tempat baru yang kini lebih bersih, rapi, dan tertata.
Munawaroh, pedagang kerajinan tangan mengungkapkan kebahagiaannya setelah menempati kios baru berukuran 2x3 meter.
“Tempat baru kami lebih rapi, bersih, dan tertata dengan baik. Setiap jenis dagangan, seperti suvenir, kerajinan, dan makanan, sudah dikelompokkan di blok-blok tertentu. Jadi, semuanya terasa lebih teratur,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Dikatakan, proses penempatan kios dilakukan melalui dua tahap undian, yaitu undian untuk blok dan undian untuk lokasi lapak.
Dengan sistem ini, penempatan pedagang menjadi lebih adil dan teratur.
“Pedagang yang menjual produk serupa dikelompokkan dalam blok-blok tertentu, ini memudahkan pengunjung untuk menemukan barang yang diinginkan,” katanya.
Selain kios yang tertata dengan baik, fasilitas tambahan seperti lahan parkir juga telah disediakan di setiap blok untuk mempermudah akses bagi pengunjung dan pedagang.
Fasilitas ini diharapkan akan meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung kelancaran aktivitas di Kampung Seni Borobudur.
“Kami berharap dengan adanya tempat baru ini, pengunjung akan semakin banyak, dan pada akhirnya pendapatan kami sebagai pedagang kecil bisa meningkat,” harapnya.
Sementara itu, terkait masih adanya pedagang yang mengeluh belum mendapatkan lapak, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, hal itu hanya miskomunikasi saja.
“Semua pasti akan mendapatkan lapak. Dan kita juga selalu mendengarkan keinginan dari para pedagang, dan itu juga merupakan perintah langsung dari Presiden Jokowi. Kita tidak boleh sampai mengabaikan para pedagang,” ungkapnya di sela peninjauan proyek strategis di Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (19/9/2024).
Direktur Utama PT TWC Febrina Intan menyampaikan, pihaknya akan mengusahakan sebelum kedatangan Presiden Jokowi awal Oktober 2024 mendatang, sudah bisa menyelesaikan permasalahan yang masih mengganjal.
“Jadi, ada sekitar 200 pedagang dari ribuan pedagang yang sudah mulai pindah,” ujarnya. (mg28/rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto