Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Ada Candi Hindu Kuno di Desa Bowongan, Borobudur, Kabupaten Magelang, Peninggalan Kerajaan Singasari untuk Peribadatan dan Menyembah Dewa-Dewi

Magang • Selasa, 3 September 2024 | 05:58 WIB

Sebuah situs kuil tunggal peninggalan Kerajaan Hindu Jawa kuno ditemukan di pekarangan rumah warga di Dusun Bowongan, Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Sebuah situs kuil tunggal peninggalan Kerajaan Hindu Jawa kuno ditemukan di pekarangan rumah warga di Dusun Bowongan, Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.


RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Sebuah situs kuil tunggal peninggalan Kerajaan Hindu Jawa kuno ditemukan di pekarangan rumah warga di Dusun Bowongan, Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Situs ini ditemukan secara tidak sengaja oleh salah seorang warga yang bertempat tinggal di sekitar pekarangan bernama Mulyani, 50.
Penemuan ini terjadi pada akhir Desember 2019.

Kala itu, Mulyani sedang mengeruk tanah untuk membangun pondasi batu bata, tiba-tiba ketika ia sedang menggali tanah ada batu merah berbentuk persegi panjang.

“Waktu itu nggak sengaja Mas pas lagi macul tanah buat bikin pondasi tiba-tiba kena batu keras, ternyata itu bagian atasnya candi,” ujar Mulyani.

Pada saat dikeruk, batu batu penyusun berserakan di dalam tanah.
Pada Januari 2020, pihak Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta beserta Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah melakukan penggalian dan penyusunan bangunan.

Menurut Wati dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, kemungkinan situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang pernah menguasai Pulau Jawa di abad ke-13.

Kuil ini dulunya digunakan sebagai media masyarakat Hindu Jawa untuk peribadatan dan menyembah dewa-dewi.
Bangunan ini berbentuk punden berundak dengan tinggi 330 cm dan lebar 290 cm x 190 cm.

Bahan utama pembangunan kuil ini adalah batu bata merah dengan motif corak bergambar akar pohon.
Bahan utama pembangunan kuil ini adalah batu bata merah dengan motif corak bergambar akar pohon.

Bahan utama pembangunan kuil ini adalah batu bata merah dengan motif corak bergambar akar pohon.

Disamping kanan dan kiri kuil terdapat 8 batu kali yang disusun masing masing 4 buah di tiap sisi.

Terdapat relief bergambar mata pada batu kali tersebut.
Tumpukan batu itu memiliki tinggi 130 cm dan lebar 25 cm x 25 cm.

Di bawahnya juga terdapat tumpukan batu kali dengan relief bergambar tumbuh-tumbuhan dengan tinggi 60 cm dan lebar 250 cm x 350 cm.

Pada awalnya, di bangunan ini terdapat patung Agasatya yang dianggap sebagai representasi Siwa penyebar agama Hindu di Nusantara.

Agasatya sering muncul dalam prasasti-prasasti dan kesusastraan-kesusastraan kuno Nusantara.

Namun, patung tersebut sudah dipindahkan ke Museum Candi Borobudur di Magelang.

Selain patung Agasatya, bangunan ini juga berhubungan memiliki patung kuda yang saat ini ada di Situs Candi Samberan, candi Hindu yang berada di Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran.

Corak yang terdapat pada bangunan ini juga sama dengan temuan yang ada di Desa Krasak dan Desa Bojong, Magelang.

Saat ini, pihak Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang sedang melakukan tahap revitalisasi di sekitar Situs Puang Bawang, Desa Bowongan.

Warga yang tinggal di sekitar situs akan ditugaskan sebagai pengelola.

Nantinya, situs ini akan dijadikan objek wisata sejarah yang sekaligus dapat meningkatkan sektor pariwisata dan objek edukasi di Kabupaten Magelang. (mg27/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#dewa dewi yunani #candi hindu #borobudur #kuil #kerajaan Singasari