RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Sebagai rasa syukur, masyarakat Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang menggelar merti desa.
Kegiatan ini digelar dua hari, dimulai Sabtu (24/8/2024) dan Minggu (25/8/2024).
Merti Desa Ngadiharjo dibuka dengan kirab budaya di Balkondes Ngadiharjo.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Magelang kirab diikuti seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Warga menampilkan teatrikal di masa perjuangan kemerdekaan RI. Lengkap dengan seragam TNI, ada juga tank.
Ada juga yang berperan sebagai pekerja rodi di zaman penjajahan Belanda.
Tak lupa ogoh-ogoh berbentuk banteng dan kapal, serta naga berukuran panjang menyemarakkan acara.
Kepala Desa Ngadiharjo, Wahyu Sariyanto mengatakan, kegiatan ini rutin diadakan setiap setahun sekali di bulan Safar.
Ia menyampaikan, enam kesenian yang dimiliki Desa Ngadiharjo tampil.
Yakni, Kubro Budi Siswo, Jathilan Madyo Warno, Topeng Kawedar, New Edi Siswo, Ndolalak Madyo Warno, dan Jathilan Turonggo Sari Mudho.
Serta dimeriahkan berbagai kesenian masyarakat setempat. Ada yang menampilkan rabbana, seni tari, serta tiga ogoh-ogoh berbentuk banteng, kapal, dan naga.
“Pada Sabtu (24/8/2024) malam, dilaksanakan pewayangan dengan lakon wahyu katentreman,” terangnya.
Sariyanto mengatakan, kegiatan ini juga merupakan bentuk syukur atas karunia Allah SWT kepada petani dan peternak sapi.
Dengan adanya tradisi tahunan ini kebudayaan di Desa Ngadiharjo semakin maju. Serta meningkatkan event pariwisata di Kabupaten Magelang.
Ia berharap merti desa kali ini, semua warga Desa Ngadiharjo mendapatkan kenyamanan, ketenteraman, dan selalu dalam perlindungan Allah SWT.
Pada Minggu diadakan sunatan massal, santunan yatim piatu, serta pemberian 500 sembako kepada lansia dan dhuafa.
“Malam puncak pada Minggu (25/8/2024) ada pengajian akbar, dengan pembicara KH. Abbas Abdul Basyir dari Banjarnegara,” ujarnya. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo