RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Setelah Blumbang Roto View di Dukuh Prampelan, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ditutup sebagai tempat wisata oleh warga, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat.
Sayangnya, hingga kini, belum ada titik temu.
“Beberapa waktu lalu, kami sudah melakukan komunikasi dengan para petani, serta masyarakat setempat. Namun belum ketemu titik terangnya. Hal ini masih perlu adanya komunikasi lebih lanjut,” terang Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto kepada wartawan saat ditemui di Destinasi Wisata Ketep Pass, Kabupaten Magelang pada launching logo dan tagline pariwisata Kabupaten Magelang, Selasa (6/8/2024).
Ia menyampaikan, ketika ada wisatawan yang hadir di tempat tersebut, pastinya di lokasi itu ada sebuah magnet yang menarik.
“Blumbang Roto ini sebenarnya sebuah magnet, maka saya berharap hal ini perlu adanya komunikasi lebih lanjut. Karena bagaimanapun magnet di Blumbang Roto ini sudah sampai ke media massa dan sudah ditangkap oleh wisatawan,” katanya.
Sehingga ini bisa menjadi lebih indah, ketika masyarakat juga mampu dan siap untuk ikut serta menghadirkan wisatawan ke area tersebut.
Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Magelang Edward Alfian mengatakan, Magelang itu memang terkenal dengan keindahan alamnya.
Di sisi lain, banyak warga yang melihat Blumbang Roto itu menjadi spot baik dan viral.
“Hanya hal ini belum tekomunikasikan secara baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat setempat,” ujarnya.
“Blumbang Roto merupakan jalur tani, dan itu viral karena keindahan alamnya. Sehingga menjadi daya tarik wisata yang baru. Namun ternyata dalam perkembangannya mengganggu aktivitas pertanian. Dan hal ini yang menjadi PR kita bersama agar kemudian OPD maupun stakeholder mampu mengomunikasikan hal tersebut,” tambahnya.
Karena dari sisi pemberdayaan masyarakat, lanjut dia, wisata ini bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitar.
Ketika ada wisatawan datang, pastinya roda ekonomi akan berputar.
“Karena hal ini belum terkomunikasi dengan baik, akhirnya yang terjadi adanya gesekan antara jalur wisatawan dan jalur pertanian yang bisa menjadi persoalan di kemudian hari,” terangnya.
Ia berharap, pemerintah daerah bisa mengomunikasikan hal ini ke pemerintah desa, sehingga pertanian jalan dan pariwisata jalan.
Menurutnya, kelebihan Blumbang Roto ini, karena berada di ketinggian. Sehingga memiliki view yang bagus dan memiliki udara yang mewah. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto