RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Kabupaten Magelang tak hanya dikenal sebagai penghasil tembakau. Sejumlah industri rokok kretek juga berkembang. Meksipun skalanya masih rumahan. Salah satunya PR Udiyarto.
Pabrik ini memproduksi sigaret kretek tangan bermerek Panjenengan Kretek. Lokasinya berada di Jl Boyolali-Magelang Km 4, Penggaron Kidul, Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Didirikan pada 28 Oktober 2023 oleh Udiyarto. Sampai sekarang industri rokok ini mempekerjakan 15 orang.
Menurut Udiyarto, ide mendirikan pabrik rokok ini muncul karena melihat begitu besarnya peluang untuk memproduksi di antaranya adanya bahan baku dan melihat banyaknya tenaga kerja yang menganggur, belum terserap lapangan kerja.
Lantas ia mencoba membuka usaha rokok kretek dimulai dari skala kecil.
“Usaha ini juga untuk membantu penyandang disbilitas yang ada di desa kami agar mereka mempunyai kecakapan yang memadai untuk meningkatkan pendapatan keluarga menghasilkan uang,”tutur Udiyarto ketika ditemui di pabriknya, Sabtu (20/7/2024).
Usaha ini dipilih karena rokok memiliki daya pembeli konsumen yang besar, lebih lebih bagi mereka yang sudah terbiasa merokok, sulit meninggalkan rokok.
Rokok juga mempunyai expired yang lama, berbeda dengan produk makanan. Selain itu biaya produksinya lebih rendah dibandingkan produk lain,”ujarnya menjelaskan alasan memilih rokok sebagai usahanya.
Sampai saat ini pemasaran rokok Panjenengan Kretek, masih di seputar Magelang. Namun ke depan akan dikembangkan ke Sumatera dan Malaysia.
Karena ia pernah tinggal di Riau selama 17 tahun. Sehingga tahu persis selera konsumen di Riau dan Malaysia yang sangat dekat dengan Riau.
Pihaknya optimistis industri rokok akan berkembang. Terlebih didukung oleh stakeholder terkait. Seperti pendampingan dari Dinas Perindustrian, Dinas Lingkungan Hidup, Diskominfo, Bea Cukai.
“Kami difasilitasi pelatihan tenaga kerja, pelatihan manajerial. Bahkan kami mendapat bantuan BLT sebanyak 9 orang karyawan,”paparnya sembari menjelaskan produknya menggunakan cukai asli.
Di samping itu, permintaan konsumen terhadap rokok dan adanya kemajuan teknologi sangat menunjang produksi rokok.
Di sisi lain, Udiyarto membuat produknya memiliki ciri khusus. Lebih berkarakter baik dari cita rasa, kemasan maupun cara olahan tradisional.
“Kami punya ruang kerja dengan nuansa batik Jawa. Pekerja mengenakan pakaian adat Jawa. Hal ini menunjukan dan mengundang perhatian konsumen. Kami juga memberdayakan tenaga kerja disabilitas yang keterampilan tangannya mengalahkan orang normal,”tandasnya.
Diharapkan, usahanya bisa menjadi contoh agar masyarakat tergerak berwira usaha sesuai kompetensi. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo