Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

1500 Perempuan Berkebaya Semarakkan Hari Kebaya Nasional di Candi Borobudur Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 25 Juli 2024 | 05:04 WIB

 

Ribuan perempuan dari berbagai daerah dengan busana kebaya memeringati Hari Kebaya Nasional di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (24/7/2024).
Ribuan perempuan dari berbagai daerah dengan busana kebaya memeringati Hari Kebaya Nasional di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (24/7/2024).

RADARMAGELANG.ID,  Magelang – Sebanyak 1500 perempuan dari berbagai usia mengenakan busana kebaya memadati Marga Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (24/7/2024) sore. Mereka memeringati Hari Kebaya Nasional.

Mereka berasal dari 42 organisasi di Jawa Tengah dan Jogjakarta, ada juga yang berasal dari luar negeri.

Sebelum berkumpul di Marga Utama, mereka mengikuti parade terlebih dahulu sebagai peringatan Hari Kebaya Nasional.

Yayasan Hari Ibu-Kongres Wanita Indonesia (YHI-Kowani) selaku penyelenggara acara, juga mendapatkan prestise, tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Sejumlah turis mancanegara pun turut berpartisipasi dalam acara bertajuk Bangga Berkebaya.

Seperti dari Amerika, Belanda, Jerman, dan beberapa negara Eropa lainnya.

Kegiatan dipungkasi dengan sajian ansambel angklung oleh kelompok perempuan yang membawakan Indonesia Pusaka, Manuk Dadali, serta Prau Layar.

Ketua YHI-Kowani, Wiendu Nuryanti mengatakan, saat ini pemerintah sedang mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Oleh sebab itu, kegiatan semacam ini perlu untuk terus dilaksanakan, dengan harapan dapat memupuk kecintaan dan berbangga berkebaya.

“Penting sekali masyarakat seperti ini dipupuk kebanggaannya untuk berkebaya. Dan kita bangga sekali tadi ada anak-anak yang berkebaya,” ucapnya.

Hetty Herawati, Direktur Pemasaran Injourney Destination Management mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan semacam ini.

“Apalagi acara ini dilaksanakan di Candi Borobudur yang juga merupakan warisan budaya dunia. Jadi antara kebaya dengan Candi Borobudur ini sama-sama bersanding,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Irini Dewi Wanti mengungkapkan, pada Desember 2024 UNESCO akan memberikan predikat kebaya sebagai warisan budaya tak benda.

“Insya Allah di bulan Desember nanti kebaya akan ditetapkan sebagai warisan budaya dunia (tak benda) oleh UNESCO Ini masih proses sebenarnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Malena, salah satu peserta dari Jerman mengaku, sangat excited dengan acara ini.

Menurutnya, terasa sangat istimewa. “Menurutku sangat bagus,” ujarnya. (rfk/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#candi borobudur #hari kebaya nasional #unesco #warisan budaya tak benda #Kabupaten Magelang