Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Muntahkan Awan Panas Guguran Gunung Merapi Sejauh 1.200 Meter, BPPTKG Imbau Masyarakat Tak Beraktivitas di Wilayah-Wilayah Ini

H. Arif Riyanto • Minggu, 21 Juli 2024 | 20:56 WIB
Awan Panas Guguran (APG) di Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DI Jogjakarta terlihat pada Sabtu (20/7/2024) malam pukul 19.46
Awan Panas Guguran (APG) di Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DI Jogjakarta terlihat pada Sabtu (20/7/2024) malam pukul 19.46

RADARMAGELANG.ID, Magelang—Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Jumlah gempa guguran dan gempa hybrid di Gunung Merapi bertambah pada Sabtu (20/7/2024).

Namun status Gunung Merapi masih siaga level III.

Dikutip dari laman magma.bpptkg, jumlah gempa guguran di Gunung Merapi sebelumnya 13 kali bertambah menjadi 34 kali.

Sedangkan jumlah gempa hybrid di Gunung Merapi yang sebelumnya 1 kali bertambah jadi 3 kali.

Pada Sabtu (20/7/2024) malam, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter.

Gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta ini, pada pengamatan sebelumnya pukul 12.00 WIB-18.00 WIB juga teramati mengeluarkan tiga kali guguran lava dengan arah luncuran menuju barat daya Kali Bebeng.

"Terjadi Awan Panas Guguran di Gunung Merapi tanggal 20 Juli 2024 pada pukul 19.46 WIB dengan Amplitudo maksimal 35 mm, durasi 119 detik, jarak luncur 1.200 meter ke arah Kali Bebeng, arah angin ke Barat Daya," kata Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam keterangan resminya.

Menurut BPPTKG, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer (km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," katanya.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sementara itu, jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," lanjutnya.

BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. BPPTKG menambahkan, jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#gunung merapi #erupsi #gempa #gunung merapi erupsi #lava panas #Sungai Bebeng #awan panas guguran