RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Sebanyak 2.000 pedagang cinderamata resmi direlokasi di sebelah barat candi atau sepanjang area belakang Museum Borobudur dan eks Kandang Gajah.
Sebelumnya mereka beroperasi di Zona II Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Nantinya, para pedagang ini akan disediakan tempat yang permanen. Yakni, berada di Kampung Seni Borobudur di Dusun Kujon, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Direktur Operasional dan Pelayanan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Mardijono Nugroho mengatakan, para pedagang tersebut direncanakan hanya menempati area di barat candi tersebut sekitar tiga atau empat bulan.
“Setelah pembangunan di Dusun Kujon selesai, diharapkan selambat-lambatnya para pedagang bisa berpindah ke Kampung Seni Borobudur pada September mendatang,” ujarnya saat ditemui pada acara peresmian Pasar Relokasi Sementara Pedagang Borobudur di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (30/5/2024).
Mardijono menyampaikan, lahan relokasi sementara ini terletak di utara area eks Kandang Gajah hingga area lapangan sekitar pos 6 yang berada di belakang Museum Borobudur.
In Journey Destination Management memastikan bahwa lokasi relokasi sementara pedagang ini sesuai dengan alur kunjungan wisatawan, sehingga pedagang masih bisa melayani wisatawan dengan nyaman.
Direktur Operasi dan Layanan In Journey Destination Management Mardijono Nugroho menambahkan, ada ribuan kios pedagang di area relokasi sementara ini.
Kios-kios tersebut diisi oleh pelaku UMKM yang menjual berbagai produk, mulai dari pakaian, makanan dan minuman, cinderamata, dan lainnya.
Lokasi dan jumlah kios tersebut ditentukan melalui kolaborasi intensif dengan pihak mitra pedagang Borobudur.
“Sebagai pengelola, kami mengakomodasi kebutuhan pedagang dengan menghadirkan lokasi yang sesuai dan sarana prasarana kios yang memadai. Hal ini merupakan komitmen kami untuk merangkul semua pihak dan berkolaborasi meningkatkan pariwisata berkualitas di DPSP Borobudur,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan, untuk para pedagang agar selalu menjaga kebersihan lokasi yang ditempati.
“Kebersihan harus selalu dijaga karena hal itu menjadi bagian dari kenyamanan tamu, baik saat mereka datang ke area pedagang maupun ke candi,” ujarnya.
Sementara itu, Rokayah, salah satu pedagang mengaku senang dengan pemindahan sementara lapak di dalam ini, daripada di tempat yang lama.
Ia menyampaikan, lokasi relokasi sementara ini cukup strategis, karena dekat pintu keluar dari Zona 1 Candi Borobudur.
Terkait nantinya akan dipindah ke Pasar Seni Kujon, ia mengaku banyak para pedagang yang sudah setuju.
“Kayaknya sudah pada setuju, kalau belum setuju mau gimana lagi. Nantinya mau jualan di mana kalau nggak setuju, kalau ngasong juga susah sekarang,” ujarnya.
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto mengatakan, para pedagang kuliner dan kerajinan ini tetap menjadi penopang wisata di kawasan candi.
Kehadiran para pedagang akan selalu dicari karena setiap wisatawan yang datang berkunjung pasti akan selalu mencari makanan, minuman, serta pernak-pernik khas dari daerah yang dikunjungi.
Sepyo juga meminta pedagang tetap optimistis dan meyakini bahwa pemindahan ini menjadi bagian dari tahapan pembangunan kawasan wisata yang lebih baik lagi.
“Apa yang sudah berjalan saat ini adalah bagian dari grand design, pengembangan kawasan wisata yang lebih luas lagi,” ujarnya.
Proses pemindahan dan relokasi para pedagang ini merupakan, dampak dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan pemerintah di Kawasan Candi Borobudur.
Saat ini, area terbuka hijau di kompleks Candi Borobudur mencapai 90 persen.
Sesuai dengan rekomendasi dari UNESCO, pihaknya berencana akan terus menambah, setidaknya mencapai 96 persen.
Luas area SKMB yang ditinggalkan pedagang sekitar 8,2 hektare. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto