Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dua Santri Ponpes Darul Falah Klaten Tenggelam di Sungai Elo Kabupaten Magelang, Seorang Meninggal, Korban Hendak Menolong Temannya

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 30 Mei 2024 | 03:02 WIB
Tim Basarnas Unit Siaga Borobudur saat mengevakuasi santri asal Ponpes Darul Falah Klaten yang tenggelam di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, Rabu (29/5/2024).
Tim Basarnas Unit Siaga Borobudur saat mengevakuasi santri asal Ponpes Darul Falah Klaten yang tenggelam di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, Rabu (29/5/2024).

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Usai rafting di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, dua santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah  Klaten tenggelam di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, Rabu (29/5/2024) siang.

Akibatnya, seorang santri ditemukan dalam kondisi tewas.

Yang menyedihkan, korban meninggal sebenarnya hendak menolong korban yang selamat.

Korban pertama yang ditemukan tim Basarnas Unit Siaga Borobudur adalah H, 15, dalam kondisi selamat.

Sedangkan korban kedua berinisil AN, 16, ditemukan sekitar pukul 14.22 dalam kondisi meninggal.

Peristiwa tenggelamnya dua santri tersebut terjadi sekitar pukul 13.00.

Perwakilan dari Ponpes Darul Falah Klaten Ustadz Abu Hasan menjelaskan, sebelumnya para santri  mengadakan kegiatan outbond berupa rafting di Sungai Elo yang diikuti sekitar 160 orang.

Usai rafting, ternyata ada empat santri yang masih bermain air di dekat bebatuan.

Saat itu, keempat santri tersebut sempat diperingatkan oleh salah satu ustaz agar menepi.  

Namun mereka malah ke tengah sungai dengan kedalaman sekitar 6-7 meter.

“Sudah diteriaki sama Ustadz Ridwan untuk ke pinggir. Tapi anak-anak malah ke tengah. Ustadz Ridwan langsung berlari menuju ke anak-anak tersebut sambal membawa pelampung,” terangnya.

Namun saat itu dua santri sudah terseret ke tengah sungai dan tenggelam, yakni H dan AN. Belakangan diketahui, ternyata AN ikut tenggelam saat ingin menyelamatkan H.

“Anak yang tenggelam pertama itu H, sedangkan AN ikut tenggelam ketika ingin menyelamatkan temannya. Namun pada saat menyelamatkan, kondisi AN tidak kuat dan tidak bisa nafas sehingga lepas,” terang Ustadz Abu Hasan.

Korban H yang berhasil diselamatkan langsung dibawa ke RSUD Muntilan. Sedangkan korban AN, baru ditemukan sekitar pukul 14.22 dalam kondisi sudah meninggal.

Ditambahkan, usai rafting, para santri harusnya beristirahat. “Tadi sudah diingatkan, istirahat mau salat,” kata dia.

“Terus terang kita sangat sedih, ya mudah-mudahan korban ini selamat. Kan tidak ada yang tahu nasib seseorang, takdir seseorang. Kedua, kita tidak lepas tangan begitu saja. Sebab, kita di ponpes kan suasananya kita buat kekeluargaan. Sehingga tetap akan kita tindaklanjuti dengan keluarga dengan pihak pengajar dan santri-santri lainnya,” imbuhnya.

Koordinator Basarnas Unit Siaga Borobudur Basuki mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya korban tenggelam di finish Rafting Kalingkalih.

Di mana ada satu orang yang tenggelam di finish Rafting Kalingkalih.

“Kami mencoba melakukan penyelaman.Korban masih berada di titik tenggelamnya, jadi kurang lebih sekitar setengah jam kami berhasil menemukan korban tersebut,” terangnya.

Dikatakan, kedalaman sungai kurang lebih 6-7 meter, dan di situ memang putaran arus. “Kalau orang Jawa bilangnya kedung,” ujarnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#tenggelam #ponpes darul falah #santri #rafting #basarnas #sungai elo #borobudur #Kabupaten Magelang #ponpes