Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Diguyur Hujan Gerimis, Puluhan Ribu Umat Buddha Tetap Antusias Mengikuti Detik-detik Waisak di Taman Wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 24 Mei 2024 | 16:11 WIB
Malam detik-detik Waisak 2568 B.E/2024 yang dilaksanakan di Pelataran Candi Agung Borobudur, Kabupaten Magelang pada Kamis (23/5/2024) malam berlangsung khidmad.
Malam detik-detik Waisak 2568 B.E/2024 yang dilaksanakan di Pelataran Candi Agung Borobudur, Kabupaten Magelang pada Kamis (23/5/2024) malam berlangsung khidmad.

RADARMAGELANG.ID, Mungkd– Malam detik-detik Waisak 2568 B.E/2024 yang dilaksanakan di Pelataran Candi Agung Borobudur, Kabupaten Magelang pada Kamis (23/5/2024) malam berlangsung khidmat.

Puluhan ribu umat Buddha dari seluruh Indonesia hingga dunia tampak memadati Lapangan Kenari Candi Agung Borobudur, lokasi puja dalam menyambut detik-detik Waisak.

Para umat tampak sejak sore sudah mulai memadati lokasi puja pelataran Candi Borobudur atau kawasan Kenari.

Meskipun hujan gerimis yang sempat mengguyur kawasan Candi Agung Borobudur, semangat dan antusias mereka masih sangat tinggi.

Terlihat ada umat yang membawa jas hujan dan payung.

Mereka memakai baju warna putih dan duduk beralaskan karpet.

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional YM Bhikkhu Dhammavuddho Thera mengatakan, jumlah umat Buddha yang hadir tahun ini sangat banyak dibandingkan tahun lalu.

Renungan Waisak disampaikan oleh yang Mulia Mahabsu Dhawwira Mahashawira untuk detik-detik Waisak.

Malam detik-detik Waisak 2568 B.E/2024 yang dilaksanakan di Pelataran Candi Agung Borobudur, Kabupaten Magelang pada Kamis (23/5/2024) malam berlangsung khidmad
Malam detik-detik Waisak 2568 B.E/2024 yang dilaksanakan di Pelataran Candi Agung Borobudur, Kabupaten Magelang pada Kamis (23/5/2024) malam berlangsung khidmad

“Tahun ini bhante rasa lebih banyak ya karena terkondisi mungkin, walaupun mungkin  beberapa kali hujan gerimis turun di tempat ini tapi animo dari masyarakat tetap bertahan untuk melakukan ibadah,” ucapnya.

Ia mengajak, untuk tahun ini semakin semangat untuk mempraktikkan ajaran Sang Buddha.

Karena dengan mempraktikkan ini, membuat para umat menjadi sempurna.

“Kalau kita tidak pernah praktik ajaran agama, maka kita akan susah untuk sempurna seperti itu. Jadi kalo kita susah sempurna, berarti kita akan kurang bahagia menjadi pribadi-pribadi di dalam bermasyarakat dan berbangsa,” ujarnya. (rfk/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Tri Suci Waisak #candi borobudur #detik-detik waisak #umat buddha #waisak #gerimis