RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Pekerja gudang rongsok di Jalan Magelang-Jogjakarta, Dusun Nglawisan, Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang menemukan mortir yang diduga masih aktif, Selasa (14/5/2024).
Mortir yang sudah berkarat itu tergeletak di depan pintu gudang.
Polisi telah memasang police line di depan gudang rongsok tersebut.
Hingga tadi sore, anggota polisi dan TNI di lokasi penemuan masih menunggu tim Gegana Polda Jateng datang untuk mengevakuasi.
Kapolsek Muntilan AKP Abdul Muthohir mengatakan, pihaknya menerima laporan informasi penemuan mortir itu sekitar pukul 10.30.
Begitu menerima laporan warga, pihaknya langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi.
“TKP kita pastikan aman dan steril dulu. Informasi terakhir, tim Gegana Polda Jateng baru tiba besok (hari ini) untuk melakukan evakuasi benda yang diduga mortir tersebut,” terang AKP Muthohir kepada Jawa Pos Radar Magelang di lokasi kejadian.
Pemilik gudang rongsok Ivan Setiawan, 36, mengatakan, pekerjanya menemukan mortir itu sekitar pukul 10.00.
Saat itu, sedang berlangsung proses pengangkutan besi-besi bekas ke bak truk.
“Saya kira masih aktif. Khawatir membahayakan, saya langsung laporkan ke polisi,” ungkapnya.
Imbas penemuan mortir itu, aktivitas bongkar muat dihentikan.
Ivan menaksir, ukuran mortir 15-20 cm.
Di salah satu ujungnya terdapat ekor berbentuk bintang.
Pekerja yang menemukan mortir, Lilik Riyanto mengaku, menemukan mortir itu saat tengah menyobek karung berisi besi bekas.
Tiba-tiba bahan peledak itu keluar dari kantong.
“Saya nggak tahu itu bagor dari mana. Karena bercampur,” katanya.
Ia menerangkan, biasanya bagor-bagor ini merupakan kiriman dari berbagai daerah.
Selama ini, besi bekas dikumpulkan dari Magelang, Wonosobo, Temanggung dan Jogjakarta.
Karena itu, Lilik tidak tahu benda ini berasal dari mana.
“Saya sempat pegang, biasa saja sih,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto