Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Parkir Candi Borobudur Dipindah Sementara ke Dusun Janan dan Dusun Ngaran, Pengunjung Keluhkan Jaraknya Terlalu Jauh

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 2 Mei 2024 | 04:12 WIB
Bus pengunjung Candi Borobudur parkir di tepi jalan Dusun Janan, Borobudur, Kabupaten Magelang.
Bus pengunjung Candi Borobudur parkir di tepi jalan Dusun Janan, Borobudur, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Sejak Rabu (1/5/2024), tempat parkir kendaraan pengunjung Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Kabupaten Magelang dipindah ke lokasi alternatif di Dusun Janan dan Dusun Ngaran, Desa Borobudur.  

Pemindahan ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu pembangunan cultural park di zona II kompleks Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB).

“Sebagai upaya mendukung pembangunan tersebut, manajemen menutup tempat parkir kendaraan dan mengalihkan ke luar kompleks wisata,” kata Spokesman TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Ryan Eka Permana Sakti kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (1/5/2024).

Dikatakan, untuk di Duusn Ngaran difokuskan untuk parkir mobil pribadi.

Sedangkan di Dusun Janan, digunakan untuk bus maupun mobil.

Kapasitas tempat parkir itu bisa menampung 150 kendaraan.

Parkir sepenuhnya dikelola oleh warga setempat.

 “Pemindahan tempat parkir ini berlaku mulai hari ini (kemarin) sampai batas waktu yang belum ditentukan. Berlaku untuk roda empat dan enam,” ujarnya.

Ia mengatakan, nantinya tempat parkir akan berlokasi di Kampung Seni Borobudur, Lapangan Kujon.

Dia berharap, hal itu dapat disikapi dan diterima dengan baik oleh para pengunjung.

“Kami memastikan untuk tempat parkir alternatif saat ini bisa menampung seluruh kendaraan pengunjung,”  katanya.

General Manager Unit Borobudur Jamaludin Mawardi berharap tarif parkir di lokasi sementara yang dikelola masyarakat sama dengan tarif yang berlaku di kompleks TWCB alias tidak ngepruk yang merugikan pengunjung.

Disebutkan, tarif parkir di kompleks TWC Borobudur, untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 10.000 (weekday) dan Rp 15.000 (weekend).

Sedangkan kendaraan roda enam sebesar Rp 25.000 (weekday) dan Rp 30.000 (weekend).

Andri, 30, juru parkir di Dusun Janan, mengatakan, sampai pukul 14.00 belum ada 50 kendaraan yang parkir di wilayahnya.

Ia menarik tarif parkir mobil Rp 15.000, minibus Rp 20.000, bus medium Rp 25.000, dan bus besar Rp 30.000. “Parkir di sini pakai karcis,” ucapnya.

Pemindahan tempat parkir ini mendapatkan keluhan dari pengunjung. Sebab, pintu keluar TWCB ke parkiran jaraknya terlalu jauh.

“Terlalu parah akses keluarnya dan buruk banget,” keluh Denny Thenisia di sosial media.

Ia mengaku, sudah bayar shuttle Rp 20 ribu yang infonya sampai ke tempat parkir, tapi ternyata masih sangat jauh jaraknya.

Belum lagi harus muter-muter di pasar yang seperti labirin tidak berujung.

Pengunjung lain, Dewi Kanza meminta pintu keluar ke parkiran tidak harus muter-muter dulu keliling pasar oleh-oleh.

Mengingat jaraknya yang cukup jauh.

“Kalau yang baru pertama ke sini pasti syok kali ya. Kalo dibandingkan dengan Prambanan tidak begitu capek seperti di Candi Borobudur,” katanya. (rfk/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pengunjung #candi borobudur #TWCB #Desa Borobudur #parkir