RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Pemkab Magelang memastikan stok beras aman hingga Lebaran mendatang.
Hal ini disampaikan langsung Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto usai melakukan pemantauan ke gudang Bulog dan gudang elpiji di Borobudur, Rabu (20/3/2024).
Sepyo Achanto mengatakan, sebelum ke gudang Bulog maupun gudang elpiji, pihaknya memantau kegiatan gerakan pangan murah di Gedung KUMKM Center, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
“Dari hasil pantauan tadi, harga beras sudah mulai stabil dan sudah sesuai dengan HET. Hal ini kita lakukan dengan tujuan untuk mengendalikan harga beras agar tetap terkendali,” ujarnya.
Sepyo mengatakan, stok beras masih aman hingga Idul Fitri nanti. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Yang pasti untuk stok beras masih cukup melimpah dan masyarakat tidak perlu panik,” katanya.
Sementara untuk ketersediaan elpiji 3 kg, Pj Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon IV Jogjakarta Wahyu Purwatmo mengatakan, untuk gas melon ini penyaluran di Kabupaten Magelang merupakan yang paling tinggi. Penyalurannya melebihi kuota yang diberikan pemerintah.
“Untuk gambaran kita menyalurkan 11 persen lebih tinggi. Jadi, Magelang ini masuk 16 besar wilayah dengan penyaluran gas elpiji 3 kg di Indonesia. Seharusnya 100 persen, ini malah 111 persen,” terangnya.
Selain itu, saat ini pihaknya juga memberlakukan subsidi tempat elpiji 3 kg.
Sekarang sudah menggunakan aplikasi.
Salah satu syaratnya menggunakan KTP.
“Sesuai dengan SK Dirjen Migas, untuk pembelian elpiji 3 kg perlu menunjukkan KTP, tidak menyerahkan. Dan itu juga harus sudah terdaftar di data P3KE Kemenko PMK,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau, masyarakat menggunakan gas melon maksimal lima tabung per KK per bulan.
Sedangkan untuk UMKM, maksimal 30 tabung per UMKM per bulan.
Selain itu, berdasarkan arahan dari SE Dirjen Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022 pihaknya sudah memberikan larangan penggunaan elpiji tabung 3 kg bagi usaha, seperti restoran, usaha peternakan, usaha pertanian, usaha tani tembakau, usaha jasa las, usaha batik, usaha binatu, dan hotel.
“Diharapkan peran masyarakat dan pemerintah daerah untuk sama-sama melakukan pengawasan dalam penggunaan elpiji 3 kg agar tepat sasaran,” harapnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto