RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang mulai memanggil para pelapor dan terlapor atas dugaan penggelembungan suara Pemilu 2024.
Rabu (13/3/2024), Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Magelang memanggil pihak pelapor baik dari PKB maupun PPP, serta pihak terlapor dari PPK Mertoyudan.
“Untuk pihak terlapor akan dibuat dua hari, Rabu (13/3/2024) ini kita panggil tiga orang anggota PPK Mertoyudan. Dan Kamis (14/3/2024) besok, dua orang anggota PPK beserta tiga anggota Komisioner KPU Kabupaten Magelang akan kita panggil untuk dimintai klarifikasi,” terang Komisioner sekaligus Ketua Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Magelang Fauzan Rofiqun saat ditemui di kantornya, Rabu (13/3/2024) siang.
Ia menyampaikan, untuk yang dipanggil awal itu adalah para saksi pelapor, dari PKB dan PPP.
Hal ini karena keduanya sudah teregistrasi, sehingga untuk partai lainnya sedang dalam kajian baik materi formil maupun materiil.
“Jika ini sudah memenuhi, nantinya akan segera kita lakukan registrasi pelaporan,” ucapnya.
Fauzan mengatakan, selain PKB dan PPP yang sudah mendapatkan nomor registrasi, ada lima partai lainnya yang masih dalam kajian.
Yakni, Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, PSI, dan Perindo.
“Jadi total ada tujuh partai yang mengajukan pelaporan. Untuk Partai Nasdem tidak datang langsung ke Kantor Bawaslu, hanya melalui Whatsapp. Sehingga tidak terpenuhi pelaporannya,” jelas Fauzan.
Dijelaskan, penanganan pelanggaran Pemilu ini, pihaknya memiliki waktu 14 hari kerja.
Tujuh hari kerja untuk pembahasan penyusunan kajian di Bawaslu Kabupaten Magelang, jika membutuhkan tambahan untuk memintai keterangan, ada tambahan tujuh hari kerja lagi.
“Jadi kami total memiliki 14 hari kerja untuk menyusun kajian dugaan pelanggaran, sebelum pelimpahan ke kepolisian,” katanya.
Sementara itu, perwakilan pihak pelapor dari PPP, Syamsul Arifin, mengatakan, saat dimintai keterangan, ada sembilan pertanyaan yang diajukan oleh Bawaslu.
Yakni, tentang awal penemuan pelanggaran.
“Kami melaporkan atas hilangnya suara caleg DPR RI dari PPP pada pencoblosan. Total ada enam suara yang menghilang atau bergeser,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto