Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Nikah Masal Unik di Kabupaten Magelang, Ijab Kabul di Atas Motor Trail, Seperti Ini Acaranya...

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 1 Maret 2024 | 00:15 WIB
Nikah masal di Tempuran, Kabupaten Magelang. Ijab kabul dilangsungkan di atas motor trail.
Nikah masal di Tempuran, Kabupaten Magelang. Ijab kabul dilangsungkan di atas motor trail.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Prosesi nikah masal di Tempuran, Kabupaten Magelang ini cukup unik.

Sebab, ijab kabul dilangsungkan di atas motor trail.

Nikah masal ini sekaligus syukuran Pemilu yang berlangsung damai.

Ada empat pasangan yang menikah. Yakni, Sri Wahyuni, 34, warga Semanu, Gunungkidul, dengan Achmad Wastoni, 33, warga Ngluwar, Kabupaten Magelang; Siti Mufadilah, 44, dan Achmad Yasir, 42, keduanya warga Tempuran, Kabupaten Magelang;  Suryanti, 43, dan M. Ismail, 64, keduanya warga Tempuran, Kabupaten Magelang, serta Widiani, 32, warga Magelang Utara, Kota Magelang dengan Deri Styadi, 27, warga Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Sebelum prosesi ijab kabul, keempat pasangan ini dikirab terlebih dahulu.

Prosesi kirab diawali dengan iringan pembawa bendera merah putih dan motor trail bersama calon pengantin dan rombongan pembawa serah-serahan.

Kegiatan ini cukup menyita perhatian para pengguna Jalan Raya Purworejo.

Mereka juga membawa poster bertuliskan unik menuju pelaminan seperti Pemilu telah usai yang belum usai janji cintaku padamu, mari sambut Ramadan dan tetap jaga persatuan.

Usai kirab dilanjutkan prosesi ijab kabul.

Setelah penghulu menanyakan pernikahan sah atau tidak, saksi maupun hadirin yang hadir kompak menyatakan sah.

Saat itu, dua saksi yang juga naik motor trail terus menggeber stang motor.

Adapun mahar dalam nikah bareng ini berupa seperangkat alat salat, beras 10 kg, dan uang tunai Rp 29 ribu.

Uang tunai tersebut terdiri atas pecahan Rp 500.

Ijab kabul dipimpin Kepala KUA Kecamatan Tempuran Muhammad Hakim.

Nikah ini diinisiasi oleh Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) yang dilangsungkan di Tahun Kabisat.

Ketua Forum Ta'aruf Indonesia dan Nikah Bareng Nasional RM H Ryan Budi Nuryanto mengatakan, acara ini sudah berjalan rutin sejak 2006 pasca gempa bumi Jateng-DIJ hingga sekarang.

Tujuannya murni sosial membantu memfasilitasi rakyat bisa menikah dengan layak berkonsep unik, makanya ini beda dengan nikah masal.

“Kami mengajak jangan gengsi hari gini dan malu karena ini beda, dan jangan sampai kita menikah malah punya utang banyak dan tidak bahagia seperti kebanyakan yang terjadi di sekitar kita. Jika ada rezeki bisa digunakan kebutuhan setelah menikah karena di situlah proses berkeluarga yang panjang sesungguhnya,” ucapnya.

Ia menerangkan, filosofi dari nikah di atas motor trail ini, karena motor trail itu merupakan motor yang siap medan apapun, siap kondisi apapun, dan siap dengan tenaga apapun.

Harapannya, pasangan pengantin yang menikah ini nanti akan membina keluarga dengan sakinah berkhidmat untuk negara dalam kondisi ekonomi apapun

Pasangan Sri Wahyudi dan Achmad Wastoni mengaku ini adalah suatu tantangan  tersendiri dan menjadi momen bahagia bagi keduanya.

“Meski tidak bisa melangsungkan pernikahan di daerah asal, tapi ini sangat menyenangkan dan konsepnya unik,” katanya. (rfk/aro) 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#tempuran #motor trail #ijab kabul #Kabupaten Magelang #nikah masal