Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Ribuan Pedagang Candi Borobudur Kumpul, Doa dan Orasi Tolak Relokasi ke Kampung Seni Borobudur di Kujon

Puput Puspitasari • Sabtu, 3 Februari 2024 | 23:37 WIB
Ribuan pedagang Candi Borobudur menolak direlokasi ke Pasar Seni. Mereka menggelar doa bersama dan diakhiri dengan orasi sebagai bentuk protes, Sabtu (3/2/2024).
Ribuan pedagang Candi Borobudur menolak direlokasi ke Pasar Seni. Mereka menggelar doa bersama dan diakhiri dengan orasi sebagai bentuk protes, Sabtu (3/2/2024).

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Ribuan pedagang Candi Borobudur sepakat tolak relokasi ke Kampung Seni Borobudur di Kujon.

Mereka menggelar aksi damai, diawali dengan doa bersama di pinggir Jalan Medang Kamulan, Borobudur, Sabtu (3/2/2024)

Mereka kompak mengenakan busana serba putih.

Lalu membawa poster dan spanduk yang bermuatan protes terhadap rencana relokasi pedagang yang menempati zona 2. 

"Peringatan UNESCO tidak dijalankan terkait pembangunan Pasar Seni Kujon (Harus Dihentikan)".

Lainya, "Memaksakan Pembangunan Pasar Seni Kujon sama saja mempercepat dikeluarkan UNESCO dari World Heritage List (Daftar Warisan Dunia)". 

Ribuan pedagang Candi Borobudur menolak direlokasi ke Pasar Seni. Mereka menggelar doa bersama dan diakhiri dengan orasi sebagai bentuk protes, Sabtu (3/2/2024).
Ribuan pedagang Candi Borobudur menolak direlokasi ke Pasar Seni. Mereka menggelar doa bersama dan diakhiri dengan orasi sebagai bentuk protes, Sabtu (3/2/2024).

Pengamatan Jawa Pos Radar Magelang, banyak pula poster-poster dengan tulisan nyleneh.

"Emoh pindah neng kene wes pinuk".

Kemudian "Payu ora payu, emoh dipindah", "Kami tidak butuh mewah, butuhku nyaman".

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Magelang, jumlah pedagang yang ikut aksi sekitar 3.000-an orang.

Mereka merupakan pedagang asongan dan pedagang kios.

Selama aksi yang dimulai pukul 08.00 itu, sejumlah lapak atau kios pedagang tutup.

Pedagang baju batik, Naya, 40, menolak relokasi itu.

Menurutnya, relokasi tidak akan berdampak pada kesejahteraan pedagang. "Wong Borobudurnya di sini kok mau di pindah ke sana (Pasar Seni Kujon, Red), apa pengunjungnya mau belanja? Lha wong jualan di sini saja sudah susah, nggak laku kayak dulu," akunya usai ikut aksi. 

Ia berharap, rencana relokasi dibatalkan.

Dan memberikan kebebasan kepada pedagang untuk berbenah secara mandiri. "Pedagang minta keadilan supaya nggak dipindah, kita mau memperbaiki (kios, Red) sendiri," ujarnya yang mengaku 12 tahun berjualan di Candi Borobudur.

Senada dengan Beti Setiyani.

Pedagang makanan ini takut relokasi membuat kondisi jualan makin sepi. "Kalau pindah, harus mulai dari nol lagi," sahutnya. 

Ketua Paguyuban Pedagang Candi Borobudur Jimi Belinda berorasi, mengajak pedagang merapatkan barisan.

"Tegakkan barisan, bahwa kita warga Borobudur berkah menikmati adanya pariwisata Borobudur dengan layak," ucapnya berapi-api.

Dikonfirmasi, General Manager Unit Borobudur Jamaludin Mawardi menanggapi bahwa pihaknya belum bisa menilai esensi yang pedagang suarakan.

Tapi ia berpendapat, aksi pedagang merupakan dinamika dalam proses penataan kawasan di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur secara keseluruhan.

Ia juga akui, isu yang mengemuka soal penilaian UNESCO terhadap koefisien dasar bangungan (KDB).

Yang mana saat ini, kondisi eksisting itu melebihi batas persentase yang sudah ditetapkan guideline pengelolaan kawasan Borobudur, yakni 4 persen.

 "Realitanya saat ini melebihi dari 9 persen, bahkan mendekati 13 persen," jelasnya. 

UNESCO lantas meminta hal ini menjadi perhatian manajemen.

Pihaknya berencana mengembalikan KDB ke 4 persen. Sehingga perlu ada pengosongan di beberapa zona.

"Beberapa zona ada yang harus dikosongkan, dikembalikan fungsinya menjadi area hijau atau terbuka. Salah satunya memang di area relokasi," katanya. (put/aro)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#candi borobudur #Kampung seni Borobudur #Kabupaten Magelang #pasar seni