RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Magelang beberapa hari ini, berimbas ke sektor pariwisata.
Salah satu tempat pariwisata di Kabupaten Magelang yang terkena imbasnya adalah Wisata Gunung Telomoyo yang berada di perbatasan antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang.
Sejak Jumat (19/1/2024) lalu hingga saat ini, wisata yang menyajikan keindahan alam ini harus tutup sementara, dan akan dibuka kembali setelah cuaca membaik.
Ketua Pengelola Wisata Telomoyo via Dalangan Edi Sutrisno saat dihubungi Jawa Pos Radar Magelang mengatakan, sejak Jumat kemarin, wisata Gunung Telomoyo ditutup sementara.
Hal ini karena cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Magelang beberapa hari ini.
“Saat ini untuk sementara kita tutup, sampai kondisi cuaca membaik. Mengingat kondisi yang belum memungkinkan dan beberapa akses jalan ada sedikit gangguan seperti ada pohon yang tumbang, serta longsor kecil-kecil karena akar pinusnya terangkat, Mas,” terang Edi.
Selain itu, Edi juga menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Perhutani untuk ditutup sementara.
Tujuannya, untuk keselamatan wisatawan.
Ini kali pertama ditutup relatif lama sejak wisata Gunung Telomoyo beroperasi. Sebelumnya, jika di musim penghujan tidak sampai ditutup hingga berhari-hari.
“Pernah (ditutup), cuma tidak setiap musim penghujan ada kejadian seperti ini, Mas,” ungkapnya.
Ia mengaku, selama musim hujan kondisinya memang sepi.
Namun, masih ada beberapa yang beroperasi. Tapi kalau sekarang, memang benar-benar ditutup.
“Ini pastinya berdampak sekali ke UMKM maupun pedagang di sekitar tempat wisata,” ujarnya.
Pengelola Jeep Telomoyo Eksplor Mul Budi Santoso menambahkan, pihaknya memaklumi adanya penutupan sementara wisata Gunung Telomoyo.
Sebab, kondisi cuaca yang benar-benar tidak bisa diperkirakan dan cukup ekstrem beberapa hari ini.
“Namun, kita (Jeep Telomoyo Eksplor) masih tetap jalan, tapi tidak sampai puncak Gunung Telomoyo. Kita alihkan rutenya, bisa ke Air Terjun Sumuran, bisa ke Embung Sekembang, dan bisa ke Kopeng,” katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto