RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Bagi sebagian orang mungkin sudah mengetahui Magelang pernah mengoperasikan kereta api sebagai alat transportasi. Stasiun kereta api tersebut dahulu berada di Secang, Kabupaten Magelang.
Tempat itu kini telah mengalami beberapa pergantian fungsi mulai dari markas Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Repulik Indonesia (PEPABRI), markas Dewan Harian Ranting Badan Penggerak Pembina Potensi Angkatan ’45. Hingga markas ranting Kecamatan Secang dan Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI).
Dibangun sejak 1 juli 1898 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) sebagai perpanjangan jalur dari kereta api Jogjakarta-Magelang. Namun, stasiun ini baru mulai dibuka dan beroperasi pada 15 Mei 1903.
Bekas stasiun kereta api itu kini ditinggalkan begitu saja. Masyarakat sekitar mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. “Ya disayangkan sebetulnya. Karena dulu itu ongkosnya paling murah naik kereta,” jelas Sugiyanto, 75, warga Secang yang pernah naik kereta dari stasiun tersebut.
Dulu, kereta api lokomotif uap sangat disenangi masyarakat. Sehingga, stasiun kereta api Secang sempat berjaya sebagai transportasi utama sampai 1970-an. Setelah tahun 1970-an para penumpang mulai berkurang diakibatkan munculnya roda transportasi lainnya yang lebih fleksibel seperti bus dan mobil.
Hingga satu per satu jalur yang ada ditutup. Jalur Magelang-Ambarawa berhenti aktif pada 1967 dan jalur Parakan-Secang berhenti beroperasi pada 1973.
Di sekitar bangunan eks stasiun ini juga masih terdapat beberapa jalur rel yang tersisa. Seakan menggambarkan masa jaya Stasiun Secang di masa lampau.
Kini bangunan eks Stasiun Secang masih berdiri kokoh dengan berbagai ornamen bangunan khas. Bangunan ini dikelilingi permukiman warga. Juga sering digunakan untuk keperluan RT setempat maupun penyimpanan barang oleh warga. (mg23/mg24/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo