RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Gunung Telomoyo kembali ramai wisatawan karena dipengaruhi kemarau panjang. Jumlah pengunjung tempat wisata di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang itu tembus 55 ribu orang selama Agustus. Sedangkan kunjungan hari biasa pada September capai 1.500 orang, hari libur 6.000 orang.
"Cuaca sedang bagus, lautan awan muncul, sunrise dan sunset-nya juga lagi keren," kata pegiat wisata Telomoyo Mul Budi Santoso kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (18/9/2023).
Budi menuturkan, lautan awan khas Telomoyo memang menjadi primadona wisatawan. Gunung Telomoyo juga menjadi satu-satunya gunung yang bisa dinaiki oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, kendaraan roda empat yang diizinkan naik sampai ke puncak hanyalah mobil jeep. Pengemudi jeep Susilo merasakan keramaian Telomoyo. Setiap pekan, ia bisa membawa empat kali trip wisatawan domestik maupun mancanegara. "Kalau sepi dua kali seminggu," akunya.
Adapun tarif jeep Telomoyo ditawarkan bervariasi. Harga short trip Rp 400 ribu dengan durasi 2,5 jam. Kemudiang medium trip Rp 600 ribu dengan tujuan ke Telomoyo, Air Terjun Sumuran atau Cuntel Kopeng. Kemudiang long trip Rp 1 juta sampai dengan tujuan destinasi wisata yang lebih jauh, yakni di Negeri Kahyangan atau Air Terjun Kedung Kayang. "Satu jeep kapasitasnya untuk empat dewasa. Atau tiga dewasa, dua anak-anak usia tujuh tahunan," jelasnya.
Pengunjung Fany Rachmawati kali pertama menginjakkan kakinya di gunung setinggi 1.894 meter di atas permukaan laut itu. Ia takjub dengan keindahan pemandangan di sekitar Telomoyo. Juga hawa sejuk yang menyegarkan. "Awalnya sempat deg-degan, takut jalannya ekstrem. Ternyata tidak. Di atas pemandangannya juga indah sekali," katanya. (put/aro)