RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Musim kemarau dan kurangnya pasokan air membuat sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Magelang terancam gagal panen. Hal itu disebabkan oleh kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang mencatat ada sekitar 15 hektare sawah di Kecamatan Secang yang terdampak kekeringan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Pangan Kabupaten Magelang Ade Sri Kuncoro Kusumaningtyas menyampaikan, di Desa Krincing, Secang, terjadi kekeringan seluas 15 hektare. Kebanyakan berupa lahan padi.
“Hal ini akibat adanya kerusakan jalur irigasi yang berbatasan antara Magelang dengan Temanggung. Ditambah sudah memasuki musim kemarau,” ujarnya.
Petani Dusun Bangsren, Secang, Mundakir, 73, mengaku, kekeringan ini sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu, ditambah sudah hampir satu bulan juga tidak ada hujan sama sekali.
Ia mengatakan, ketersediaan air saat ini tidak cukup untuk mengairi sawahnya. Apalagi dia memiliki lahan pertanian seluas 13 kisuk atau 1,3 hektare. Bahkan, sebagian sawahnya terlihat kering kerontang.
Mundakir menerangkan, dirinya terpaksa harus melakukan penyemprotan secara manual dari satu petak ke petak lainnya. Meskipun upaya tersebut tidak mengatasi permasalahan yang ada. “Ini (penyemprotan manual) sebagai bentuk ikhtiar saja. Biar tidak kering banget,” katanya.
Petani lainnya, Wardiyah, 56 mengaku, kekeringan sudah mulai dirasakan sejak Juli. Ketersediaan air untuk mengairi sawahnya mulai menipis. Namun, dia beruntung, pihak dusun menyiapkan penampungan air untuk mengantisipasi kekeringan. (rfk/aro)