RADARMGELANG.ID, Mungkid - Bus karyawan yang terguling setelah gagal nanjak di jalan penghubung Tempuran-Borobudur, dipastikan tidak ada korban jiwa. Bus tersebut berhasil dievakuasi pada pukul 16.58. Sebelumnya badan bus menutup akses jalan tersebut sejak pukul 13.00.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang di tempat kejadian, truk derek tiba di lokasi pada pukul 15.40. Setelah berbagai proses dilakukan, bus dapat dievakuasi sekitar pukul 16.58 dan langsung dibawa ke Salaman. Tampak bagian belakang bus ringsek, beruntung pada kejadian ini tidak ada korban jiwa.
Kapolsek Tempuran Iptu Kamidi menyampaikan, pada saat kejadian bus tidak ada penumpangnya, hanya sopir bus sendiri. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bus dengan nomor polisi AA 7503 QA hendak menjemput para karyawan pabrik.
“Bus itu semula berangkat dari arah Tempuran menuju Borobudur untuk menjemput karyawan pabrik,” terangnya usai evakuasi, Senin (7/8/2023).
Ia menduga, sopir bernama Lukman itu baru pertama kali mengendarai bus tersebut. Sopir belum sepenuhnya mengetahui kondisi bus. Padahal, bus tersebut sudah bertahun-tahun digunakan untuk menjemput para karyawan. “Alhamdulillah saat ini jalur sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, bus milik pabrik di daerah Kabupaten Magelang itu tidak kuat melewati jalan menanjak di jalur Tempuran-Borobudur di daerah Kiringan, Tempuran, Kabupaten Magelang, Senin (7/8/2023), pukul 13.00.
Akibatnya bus terguling dan menutup akses jalan. Bus tersebut hendak menjemput karyawan. Lukman mengaku melaju dari arah Tempuran, namun sesampainya di lokasi kejadian, bus tidak kuat menanjak sehingga mundur.
“Tadi mau menjemput karyawan, tapi sampainya di jalan menanjak ternyata nggak kuat,” ujarnya. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo