RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuspa) Kabupaten Magelang terus berupaya untuk meningkatkan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Salah satunya dengan bimtek strategi pengembangan perpustakaan (SPP) berbasis inklusi sosial bagi perpustakaan desa yang lolos asesmen.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang Wisnu Argo Budiono mengatakan, peran perpustakaan untuk mendukung literasi telah berkembang luas. Literasi tidak lagi dimaknai sebagai pengenalan kemampuan membaca abjad dan angka menjadi pengenalan kecakapan kognitif yang mendorong orang mengembangkan kecakapan produktif yang bermuara pada aspek kesejahteraan.
Dalam kontek itulah maka tuntutan untuk mengembangkan kapasitas perpustakaan agar dapat menyesuaikan dengan tuntutan masyarakat agar perpustakaan berperan lebih luas. “Berkenaan dengan itulah maka bintek transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dilaksanakan,” terangnya.
Lebih jauh Kabid Perpustakaan Dispuspa Amroni menjelaskan, bimtek ini diperuntukkan bagi perpustakaan desa yang telah lolos asesmen untuk mengikuti replikasi perpustakaan berbasis inklusi. Kegiatan yang dilaksanakan dari Selasa (25/7) hingga Kamis (27/7), diikuti peserta 18 orang dari tiga desa yaitu Kalijoso Kecamatan Secang, Sumberejo Kecamatan Ngablak, dan Candisari Kecamatan Windusari.
“Peserta dari tiap desa enam orang, terdiri dari unsur perangkat desa satu orang, bpd satu orang, TP PKK dua orang, dan pengelola perpustakaan desa dua orang,” jelas Amroni.
Ia menambahkan, selain diikutkan dalam bimtek perpustakaan yang telah lolos asesmen dan direplikasi program, juga akan mendapat bantuan sarpras peningkatan layanan perpustakaan dan TIK berupa Komputer dua unit dan buku perpustakaan 150 eksemplar.
Di tempat terpisah Wahyu, pustakawan ahli Dispuspa menyebutkan instansinya telah melaksanakan Bimtek dimaksud sejak tahun 2019. “Jadi sampai saat ini bimtek strategi pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial sudah dilaksanakan sebanyak lima angkatan. Dan ini akan terus berlanjut,” ujarnya. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo