Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Kelompok Tani Hutan di Bukit Menoreh dan Borobudur Berlatih Propagasi Tanaman

Puput Puspitasari • Rabu, 5 Juli 2023 | 03:25 WIB

RADARMAGELANG.ID, Mungkid- PT Bharinto Ekatama (BEK)—anak usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) memberikan pelatihan budidaya alpukat bagi 64 petani dari 32 kelompok tani hutan (KTH), Senin (3/7/2023).

Mereka merupakan mitra BEK dalam pelaksanaan program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) seluas 250 hektare di Perbukitan Menoreh dan Borobudur.

Fasilitator pelatihan, Agus Riyadi mengatakan, pelatihan ini untuk menyiapkan para petani agar memiliki kemampuan propagasi tanaman yang baik. Pria yang juga  Kepala Pusat Bibit dan Alpukat (Pusbikat) Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, berharap para petani bisa mempraktikkan dengan benar.

Terpisah, Direktur Keberlanjutan dan Manajemen Risiko ITM Ignatius Wurwanto menyatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memastikan program rehabilitasi DAS dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Petani juga dilatih melakukan perawatan dan memastikan keberlanjutan program agroforestry dengan baik,” ungkap Wurwanto di kantor ITM, Jakarta.

Pelatihan berlangsung di persemaian CV Tanindo, di Salaman, Jawa Tengah. BEK bekerja sama dengan CV Kurnia Mulya memberikan materi komprehensif pengembangan tanaman alpukat. Mulai dari pengembangan bibit unggul, perawatan tanaman, sampai pascapanen.

BEK menjadi satu dari lima perusahaan pemegang izin Persetujuan Pemakaian Kawasan Hutan (PPKH) yang menerima mandat merehabilitasi DAS di kawasan destinasi super prioritas Borobudur, Bukit Menoreh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Upaya rehabilitasi DAS di kawasan Bukit Menoreh dimulai BEK sejak November 2021 dengan pendekatan agroforestry. Jenis pohon yang ditanaman pada area tersebut antara lain alpukat, kelengkeng, durian, manga, beringin, aren. Hingga saat ini progress rehabilitasi DAS oleh BEK di wilayah Bukit Menoreh mencapai penanaman awal (P.0) 100 persen dan pemeliharaan tahun pertama (P.1) 90 persen.

Menurutnya, konsep agroforestry atau wanatani yang digunakan BEK dalam rehabilitasi DAS di Bukit Menoreh dan Borobudur adalah sebuah pendekatan yang unik. Tanaman budidaya dikembangkan berdampingan dengan tanaman lain. Keragaman tanaman di dalam hutan maupun tegalan tetap terjaga.

“Kearifan lokal yang tertuang dalam konsep menanam jenis buah dan umbi yang dikenal sebagai gumantung, pala kapendhem, dan pala kasampar mengilhami pengembangan program ini ke depan,” tuturnya.

Hingga awal kuartal pertama 2023 ini, ITM melalui anak usahanya telah menyerahterimakan lahan rehabilitasi DAS seluas 23.700 hektare kepada pemerintah melalui KLHK.

Katanya, ITM terus menampakkan langkahnya menjadi perusahaan yang semakin hijau dan kian pintar, melalui pengembangan usaha yang baik. Yakni perusahaan yang menerapkan kaidah pertambangan yang baik dan bertanggung jawab. (put/bis/lis)

PT Bharinto Ekatama (BEK) memberikan pelatihan budidaya alpukat pada 64 petani dari 32 KTH di Perbukitan Menoreh (Kulon Progo) dan Borobudur (Kabupaten Magelang), Senin (3/7/2023).
PT Bharinto Ekatama (BEK) memberikan pelatihan budidaya alpukat pada 64 petani dari 32 KTH di Perbukitan Menoreh (Kulon Progo) dan Borobudur (Kabupaten Magelang), Senin (3/7/2023).
Editor : Lis Retno Wibowo
#PT Bharinto Ekatama #pelatihan budidaya alpukat