Menjelang malam di Candi Borobudur, nampak ribuan umat Buddha dan masyarakat masih memadati area Marga Utama Candi Borobudur. Mereka antusias dan semangat untuk mengikuti penerbangan lampion.
Sebanyak 2.000 lampion diterbangkan di malam perayaan Waisak. Penerbangan lampion akan dibagi menjadi dua sesi penerbangan, sesi pertama pada pukul 19.30 dan sesi kedua pukul 21.30. Rosalina Mulya, pengunjung asal Jakarta mengaku, tidak bisa berkata-kata. Hanya ada pemandangan indah. “Selain itu, tadi juga diawali dengan meditasi. Jadi hati dan batin lebih tenang, yang pasti sangat bahagia sekali,” ungkapnya.
Ia mengaku, ini merupakan yang pertama kali dirinya ikut serta dalam penerbangan lampion. Kedatangannya di Candi Borobudur ini memang ingin mengikuti festival lampion.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir mengaku, dirinya seperti mengingat waktu kecil. “Tadi kita juga sudah berdiskusi dengan Menteri Agama, nantinya untuk pengelolaan Candi Borobudur lebih terintegrasi. Ada zona untuk wisata, dan zona untuk religi, serta masing-masing akan memberikan perannya,” ujarnya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengaku, festival lampion ini sangat bagus. Dan ini merupakan acara kebudayaan yang perlu dipertahankan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga hadir pada malam penerbangan lampion. Sandi berharap malam perayaan waisak dapat merajut tenun kebangsaan, dan persatuan antarumat. “Dengan adanya festival ini dapat meningkatkan ekonomi di sekitar Candi Borobudur,” ucapnya. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo