Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Alihkan 50 Persen Beban TPA Pasuruhan ke Klegen

Lis Retno Wibowo • Kamis, 16 Februari 2023 | 10:01 WIB
TPA Pasuruhan sudah mengalami overload sejak tahun 2017. Sambil menunggu pembangunan TPST regional, sampah dibuang ke TPA Klegen, Grabag. (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Magelang)
TPA Pasuruhan sudah mengalami overload sejak tahun 2017. Sambil menunggu pembangunan TPST regional, sampah dibuang ke TPA Klegen, Grabag. (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Magelang)
RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Sejak 2017, TPA Pasuruhan sudah overload. Hingga 2023 masih saja dijejali sampah 80-90 ton per hari. Sambil menunggu pembangunan TPST regional, setengah beban pasokan sampah dialihkan ke TPA Klegen, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Koordinator UPTD Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Magelang Immanuel Adie Kurnia mengatakan langkah tersebut dilakukan sejak 18 Januari 2023 lalu. Tujuannya agar beban TPA Pasuruhan yang sangat overload berkurang. "Setidaknya berkurang 50 persen sampah yang masuk," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang saat ditemui di kantor, Rabu (15/2).

Ia menjelaskan, sebelumnya sampah di Kabupaten Magelang kebanyakan terkonsentrasi ke TPA Pasuruhan. Untuk meminimalkan penumpukan, pembuangan sampah daerah Kabupaten Magelang bagian utara dikonsentrasikan ke Klegen. "Pasokan terbesar itu sampah organik. Terutama pasar, Candi Borobudur, dan Akmil," tandasnya.

Dengan luasan sekitar satu hektare, kata dia, dapat menampung pasokan sampah hingga 39-40 ton per hari. Sebab, lokasinya berupa cekungan dan bisa menampung hingga beberapa tahun ke depan. "Kalau rata ya tiga tahun penuh. Kalau lebih lagi full maksimal lima tahun," jelas Adie.

Ia menambahkan, gunung sampah TPA Pasuruhan yang mencapai 30 meter itu nantinya akan ditutup. Sampah yang menggunung akan ditata kembali. Tentunya setelah TPST regional mulai beroperasi. Dan tempat penampungan sampah sementara benar-benar melakukan pemilahan sampah secara intensif.

"Dibuat terasering, berjenjang, dan ditutup bio membran. Sehinggaa akan terproses secara alami dan gasnya akan kita manfaatkan," terangnya. (mia/lis)

 

  Editor : Lis Retno Wibowo
#TPA pasuruhan overload #TPA Klegen