Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Bunker di Gunung Andong Ditutup, Dikira Peninggalan Penjajah

Lis Retno Wibowo • Minggu, 8 Januari 2023 | 14:57 WIB
Jalur pendakian ke Gunung Andong via Pendem. Di kawasan gunung tersebut terdapat bunker yang dikira peninggalan penjajah. (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Magelang)
Jalur pendakian ke Gunung Andong via Pendem. Di kawasan gunung tersebut terdapat bunker yang dikira peninggalan penjajah. (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Magelang)
RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Pertengahan bulan lalu (13/12/2022) sempat geger dengan penemuan ruang bawah tanah mirip bunker di Gunung Andong. Banyak yang berasumsi ruang bawah tanah tersebut bangunan peninggalan penjajah zaman dulu.

"Iya sempat viral di media sosial. Tapi bagi kami masyarakat setempat tidak kaget karena sudah tahu kebenarannya," kata salah satu pengelola basecamp Gunung Andong, Agung.

Ia menjelaskan, ruang bawah tanah tersebut bukan peninggalan penjajah zaman dahulu. Namun dibuat oleh warga sekitar untuk kepentingan kontemplasi (merenung). Yaitu dibuat oleh pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda di Dusun Gogik, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak. "Hanya orang khusus yang diperbolehkan. Istilahnya ngaji ya di atas rata-rata dan hendak tirakat," jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa warga sekitar sudah mengetahui fungsi bangunan itu. Hanya saja ketika orang luar yang baru mengetahui menganggapnya bangunan tua peninggalan penjajah.

Saat ini, lanjut dia, sudah ditutup oleh pimpinan pondok pesantren setelah viral di media sosial. Sementara pendaki yang membuat video belum tahu fungsinya. "Kalau tahu mau ke lokasi dilarang. Karena memang tempatnya rahasia," paparnya.

Dijelaskan, ruang bawah tanah itu dibangun dengan fondasi. Berupa ruangan tertutup dengan akses satu pintu masuk. Dibuat bangunan pada galian tanah hingga rata ke permukaan tanah. "Lalu ditimbun. Sekarang sudah digembok," pungkasnya.( mg12/mia/lis)

  Editor : Lis Retno Wibowo
#bunker gunung andong