Wisatawan yang hendak naik ke bangunan candi wajib menggunakan sandal upanat. Sandal khusus itu didesain sedemikian rupa untuk menghindari kerusakan dan keausan struktur candi. Terbuat dari spon bermateri khusus dilapisi anyaman pandan kering.
"Jumat (2/12/2022) lalu sudah kita simulasikan secara terbatas. Insya Allah sebelum 22 Desember sudah bisa naik," kata General Manager BorobudurJamaludin Mawardi.
Ia menjelaskan, simulasi tersebut mengenai testing system, bagaimana proses resevasi, hingga penukaran tiket. Selain itu juga tata cara penerimaan di main gate, pembagian sandal dan guide (pemandu wisata). "Itu diatur titik mana saja sekaligus pengaturan flow (arus)," tandasnya.
Rencananya, kunjungan Candi Borobudur juga akan dibagi dengan konsep tematik. Sehingga pengunjung tidak semerta-merta langsung naik ke stupa. Wisatawan diberikan kesempatan mengeksplorasi tema yang dipilih. "Tema satu itu mengeksplor tentang apa lalitavistara misal. Lalu kedua apa dan seterusnya," terang Jamal.
Ia menambahkan, pengunjung ke candi akan dibatasi 1.200 per hari. Sementara, pelayanan dilakukan secara online. Namun jika kuota belum terpenuhi, pelayanan on the spot bisa dilakukan. "Tapi syaratnya harus dengan pemandu dan sandal upanat," jelasnya.
Disebutkan Jamal, data kunjungan Candi Borobudur dalam kurun waktu Januari sampai November sebanyak1.315.000. Baik dari wisatawan domestik maupun mancanegar. "Rata-rata per hari masih di bawah 2.000. Sekarang kayak weekday saja belum mencapai 3.000 masih sekitar 2.000-2.200," pungkasnya. (mia/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo