Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Targetkan Keroncong Jadi Warisan Dunia Kuatkan Ekosistem dari Grassroot

Lis Retno Wibowo • Sabtu, 20 Agustus 2022 | 16:11 WIB
SYAHDU : Roadshow Magelang Gelar Keroncong Svaranusa yang diadakan di Balkondes Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang Jumat (19/8). (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Magelang)
SYAHDU : Roadshow Magelang Gelar Keroncong Svaranusa yang diadakan di Balkondes Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang Jumat (19/8). (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Magelang)
MUNGKID, Radar Magelang - Pemerintah Indonesia berupaya memperjuangkan musik keroncong untuk menjadi warisan dunia ke UNESCO. Target tersebut dilakukan secara konkret dengan menguatkan ekosistem keroncong dari tiap-tiap komunitas di daerah (grassroot).

Kapokja Apresiasi dan Literasi Musik Ditjen Film, Musik, dan Media Kemendikbudristek Edy Irawan mengatakan, membangun ekosistem musik keroncong yang kuat harus dimulai dari akar paling bawah yakni komunitas. Bukan lagi berdasarkan kerjasama antar pemerintahan.

"Sehingga musik keroncong di masing-masing daerah akan hidup. Kita akan perjuangkan hingga menjadi warisan dunia yang berasal dari Indonesia ke UNESCO," katanya saat Roadshow Magelang Gelar Keroncong Svaranusa di Balkondes Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang.

Berdasarkan penelitian, kata dia, musik keroncong adalah tradisi Indonesia. Sudah terbukti secara ilmiah maupun secara pengakuan. Pihaknya memulai dari Jawa Tengah yang notabene perkembangan keroncong sudah berkembang pesat. "Tapi perlu proses butuh waktu sekitar 4-5 tahun untuk bisa maju dan menjadi warisan dunia. Perlu gerakan nasional dan komitmen bersama untuk memajukan musik keroncong," ucapnya.

Sementara, Ketua Panitia Ibnu Amar Muchsin Roadshow Magelang Gelar Keroncong Svaranusa mengungkapkan, era sekarang gaya komunitas atau organisasi secara terpusat sudah tidak relevan. Pihaknya ingin membangkitkan komunitas keroncong dari masing-masing daerah supaya mandiri.

“Kirta (komunitas keroncong) diskusi bagaimana  peluang membangkitkan komunitas di kabupaten atau kota yang jarang tersentuh bantuan pemerintah. Seniman musik keroncong harus disemai melalui dana abadi kebudayaan,”paparnya,

Selama ini, kata dia, ekosistem keroncong yang berpusat di Semarang telah bersinergi dengan pemerintah. Tujuan utama adalah bagaimana membangkitkan keberagaman keroncong yang ada di nusantara. "Tidak hanya di Jogjakarta, Solo, atau kota tertentu. Tapi masing-masing daerah punya ciri khas sendiri yang nantinya akan jadi satu dalam naungan keroncong Indonesia," jelasnya.

Bersama komunitas keroncong, pihaknya akan mengembangkan dan merevolusi musik kroncong menjadi semakin baik. Sebab, setiap daerah terdapat musik tradisi yang kental. "Maka bisa melakukan perkawinan dan kolaborasi supaya menghasilkan musik yang inovatif," tuturnya.

Roadshow Magelang Gelar Keroncong Svaranusa diikuti komunitas keroncong dari berbagai daerah. Yakni wilayah Kedu, Jogjakarta dan Semarang. Puncak roadshow akan digelar di Semarang pada 22-23 Oktober 2022. (mia/lis) Editor : Lis Retno Wibowo
#keroncong #roadshow magelang