Di awal Ramadan, banyak warga Kabupaten Magelang yang memburu minyak goreng curah. Terutama yang mempunyai usaha. Mereka rela antre berjam-jam meskipun sedang puasa. "Saya sudah sejak jam 06.00 pagi di sini," ujar Siti Samawiyah, salah satu pembeli minyak goreng curah.
Siti Samawiyah, berangkat dari rumahnya di Desa Gulon, Salam selepas salat subuh. Ia berniat datang pagi-pagi supaya dapat nomor antre awal. Namun saat sampai di Toko 15 ternyata sudah banyak orang yang menunggu nomor antrean. "Sampai sini ternyata sudah dapat nomor antre 95," katanya. Sampai pukul 10.00 Siti Luwiyah pun belum kunjung mendapat giliran.
Ia rela antre lantaran mempunyai usaha keripik goreng. Sudah sekitar satu minggu usahanya berhenti karena tidak mendapat minyak goreng curah. Untuk bisa mendapat minyak goreng curah, ia harus meminta surat keterangan usaha dari kelurahan. Dilampiri dengan fotocopy KTP dan Kartu Keluarga. "Baru ngurus surat keterangan usaha tadi, ndadak," jelasnya.
Hal senada dialami oleh Luwiyah, pembeli lainnya. Ia datang ke Toko 15 sejak pukul 05.30 saat toko belum buka. Namun ternyata sudah banyak yang antre. Ia mendapat nomor urut 84. "Ini lagi nunggu dipanggil," kata Luwiyah sambil menenteng dua jeriken kosong.
Toko 15 baru mendapat suplai minyak goreng curah pada Senin (4/4/2022) sore. Baru dijual pada Selasa (5/4/2022). Jumlah suplai minyak goreng curah sebesar 18 ton. Berasal dari Cv Sentoso, Sragen. "Stoknya kami dapat 18 ton. Untuk antrean ke pengencer kami bagikan 200 nomor antrean. Terus untuk UMKM ada sekitar 50 orang," ujar Elizabeth Septiana, salah satu pegawai Toko 15.
Sebelumnya, Toko 15 terakhir mendapat suplai minyak goreng pada Rabu (30/3/2022). Total di Kabupaten Magelang ada tiga distributor minyak goreng curah. Semuanya berada di wilayah Muntilan. Dari tiga distributor, yang paling sering ada stok minyak goreng curah adalah Toko 15. (man/lis) Editor : Lis Retno Wibowo