Menikmati Segarnya Dawet Legendaris Mak Cowek di Pasar Ngasem Kota Magelang, Sudah Ada sejak 1960

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 03:09 WIB
Mak Cowek sedang meracik dawet. (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Mak Cowek sedang meracik dawet. (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang– Di tengah Kota Magelang dengan padatnya kendaraan berlalu-lalang, di jalan sempit tepi Kali Manggis, tumbuh interaksi pedagang dan pembeli yang tetap asri.

Matahari baru terbit, riuhnya pasar sudah hidup.

Di sinilah, Pasar Ngasem mempertahankan ketradisionalannya.

Aneka dagangan kuliner hingga kebutuhan makanan pokok dijajakan di sini.

Salah satunya dawet yang sudah ada sejak 1960 atau 66 tahun lalu.

Dawet Mak Cowek, kuliner legendaris di Pasar Ngasem Kota Magelang. (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Dawet Mak Cowek, kuliner legendaris di Pasar Ngasem Kota Magelang. (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)

Kuliner legendaris yang berjualan dengan meja sederhana ini menawarkan kesegaran dawet dengan tambahan tape ketan hijau sebagai penambah cita rasanya.

Sebelum menetap di Pasar Ngasem, Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah, kuliner yang lebih dikenal dengan Dawet Mak Cowek ini berjualan di Stasiun Sepur, dekat Pasar Rejowinangun Kota Magelang.

Seiring perkembangan zaman, harga yang ditawarkan juga berubah.

Semangkok dawet, dengan isian camcau (cincau), cendol, roti tawar, santan, gula merah cair, es batu, dan tak ketinggalan tape ketan hijaunya ini, pembeli hanya perlu merogoh saku Rp5.000 saja.

“Mbiyen jamane iseh 500 gelo, saiki 5 ewu wae mbak,” ucap Mak Cowek, pedagang dawet kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (22/9/2026).

Nenek yang kini berusia 70 tahun ini adalah generasi ketiga yang melestarikan kehadiran dawet legendaris di Kota Sejuta Bunga ini. 

Mak Cowek mulai melayani pembeli pukul 06.00 pagi dan tutup apabila dagangannya sudah habis.

“Biasanya jam 11.00 udah kukutan,” katanya.

Salah satu pelanggan menikmati dawet Mak Cowek. (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Salah satu pelanggan menikmati dawet Mak Cowek. (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Jadwal hari buka kuliner ini tidak menentu.

Mak Cowek mengatakan, jadwal bukanya menyesuaikan ada dagangan yang akan dijual atau tidak.

Namun berdasarkan pengakuan Mak Cowek, hari Senin dan Kamis pasti tutup.

Ia mengaku lebih sering berjualan ketika weekend.

“Tergantung ada dagangan apa enggak. Kalo ada ya jualan. Yang pasti jualan itu di Jumat, Sabtu, sama Minggu,” jelasnya.

Kuliner yang telah berusia 66 tahun ini tidak mengalami perubahan signifikan sejak awal dijual.

Tak ada bahan khusus yang digunakan.

Secara turun-temurun menjadi kuliner khas yang dikelola oleh keluarga Mak Cowek.

Yang menjadi perbedaan hanya terletak pada penambahan kondimen potongan roti tawarnya.

“Enggak ada (perubahan resep), tapi dulu gak pakai roti soalnya lagi mahal, sekarang udah pakai (roti),” kata Mak Cowek.

Kuliner dengan sensasi segar dari santan dingin ini tak hanya nikmat di pagi hari, tapi  dengan rasa manis yang mengenyangkan, bisa juga dinikmati untuk pengganjal lapar di siang hari. (dita nurul azizah/mardiana putri Kurniawan/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
dawet Pasar Ngasem kuliner legendaris Dawet Mak Cowek Kota Magelang