Warung Kluban Bu Bandi Secang Magelang sudah Berdiri sejak 1966, Menikmati Menu Rumahan Khas Pedesaan di Dapur

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:37 WIB
Menu makanan di warung kluban Bu Bandi di Dukuh Karang Wetan, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (DIAH ARDI SAPUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Menu makanan di warung kluban Bu Bandi di Dukuh Karang Wetan, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (DIAH ARDI SAPUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG)  

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Warung Kluban Bu Bandi memiliki ciri khas yang jarang ditemui di warung makan lain.

Warung ini berjualan langsung di dalam rumah, tepatnya di dapur, sehingga pembeli bisa melihat langsung suasana dapur zaman dahulu saat membeli makanan.

Warung yang berlokasi di Dukuh Karang Wetan, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang ini sudah berdiri sejak 1966 atau sudah 60 tahun.

Setiap harinya, warung Bu Bandi buka mulai pukul 06.00-11.00 WIB.

Tungku untuk memasak di warung Kluban Bu Bandi. (DIAH ARDI SAPUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Tungku untuk memasak di warung Kluban Bu Bandi. (DIAH ARDI SAPUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

Meski jam operasionalnya singkat, warung ini tetap ramai didatangi pembeli yang ingin sarapan dengan menu rumahan khas pedesaan.

Ditemui langsung di dapur rumahnya yang sekaligus menjadi tempat berjualan, Bu Bandi , 85, menceritakan menu yang dijual sejak awal berjualan.

"Ket awal mpun teng pawon, nggih onten sego kluban, sayur krecek, sambel goreng tigan bebek, bubur (Sejak awal sudah di dapur, ada nasi kluban, sayur krecek, sambal goreng telur bebek, bubur)" ujar Bu Bandi kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Menu tersebut nyatanya masih bertahan hingga sekarang, dengan tambahan beberapa menu rumahan lain, seperti santan tahu, tahu bacem, dan tempe goreng.

Harga makanan di warung ini terbilang murah, mulai Rp5.000 dengan porsi yang cukup mengenyangkan.

Bu Bandi mengaku sudah lupa  pastinya karena sudah puluhan tahun berlalu mulai tahun berjualan.

"Pinten nggih, sampun anakan niko mpun nggeh, wes supe, dangu sanget niku, sewidak tahun onten (Tahun berapa ya? Sudah sejak punya anak, saya lupa, lama sekali, enam puluh tahun sudah ada), " katanya.

Suasana di warung ini pun terasa berbeda dari warung pada umumnya.

Pembeli duduk di bangku kayu sederhana yang berada tepat di area dapur, dikelilingi peralatan masak tradisional, seperti tungku dan perabot dapur khas rumah pedesaan.

Menu kluban Bu Bandi lengkap dengan tahu bacem dan tempe mendoan. (SELINA ANGGELI/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Menu kluban Bu Bandi lengkap dengan tahu bacem dan tempe mendoan. (SELINA ANGGELI/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

Salah satu pengunjung, Rina, 30, mengaku sudah menjadi pelanggan tetap warung tersebut.

Menurutnya, harga yang murah dan rasa yang enak menjadi alasan ia terus kembali membeli sarapan di sana.

"Iya Mbak, saya sudah langganan beli sarapan di Mbah Bandi, murah, terus enak Mbak," ujar Rina kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Kondisi tersebut membuat pengalaman makan di Warung Bu Bandi tidak hanya soal rasa, tetapi juga suasana yang mengingatkan pada rumah masa kecil bagi sebagian pengunjung saat datang membeli langsung di tempat.

Hingga kini, Warung Kluban Bu Bandi masih menjadi salah satu warung makan tradisional yang bertahan di tengah perubahan zaman, dengan tetap mempertahankan cara berjualan dan suasana dapur rumahan. (mg1/mg5/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
menu rumahan kluban secang magelang Khas Pedesaan kuliner