Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Rumah Makan Johar Sari Hanya Mengolah Entok Kampung, Gurihnya Bikin Nagih

Magang Radar Magelang • Jumat, 3 Juli 2026 | 19:30 WIB
Pembeli bisa memesan ukuran besar satu ekor di Rumah Makan Johar Sari. Bisa dimasak opor, rica-rica maupun digoreng. (Setia Adiana/Jawa Pos Radar Magelang)
Pembeli bisa memesan ukuran besar satu ekor di Rumah Makan Johar Sari. Bisa dimasak opor, rica-rica maupun digoreng. (Setia Adiana/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid -  Lebih dari dua dekade Rumah Makan Johar Sari Magelang mengandalkan menu olahan entok.

Resep warisan keluarga dengan cita rasa yang pas di lidah pelanggan, membuat rumah makan tak pernah sepi pembeli. 

Rumah makan ini dirintis pada 1999 oleh pasangan Ciptoroso dan Rotimah. Kini dilanjutkan oleh generasi kedua, Dinda Rahmasari bersama sang suami.

Dinda menceritakan usahanya semula tidak menjual entok, melainkan kupat tahu. Perubahan menu tersebut tidak terduga.

Saat itu ada entok yang harus disembelih hingga akhirnya dijual bersama menu utama. Respons pembeli yang lebih menyukai menu tersebut membuat keluarganya memutuskan untuk beralih total menjual olahan entok.

“Awalnya kita jualan kupat tahu dulu, tapi karena ada entok yang perlu disembelih hari itu, jadi kita memutuskan untuk jualan entok.

Ternyata malah lebih banyak yang suka,” ujar Dinda ketika ditemui di rumah makannya di kawasan Jalan Menowo-Pucang, Candiretno, Secang, Kabupaten Magelang. 

Nama Johar Sari, kata Dinda muncul begitu saja tanpa perencanaan khusus. Nama itu diambil dari pohon johar besar yang berada di dekat lokasi berjualan mereka dulu, saat masih menggunakan tenda biru di pinggir jalan. 

Sebutan itu kemudian melekat di masyarakat sekitar hingga akhirnya menjadi nama resmi rumah makan.

Untuk menjaga kualitas, ia hanya menggunakan entok kampung. Tidak menerima entok yang diberi pur atau obat.

Pemeliharaan entok pun dilakukan secara mandiri oleh keluarganya. Mulai dari entok masih hidup hingga siap dimasak, tanpa campur tangan pihak lain.

Soal racikan bumbu, Dinda mengaku tidak ada resep rahasia yang disembunyikan. Menurutnya, siapa pun yang ingin belajar meracik bumbu dipersilakan. Kualitas rasa, kata dia, justru dijaga lewat kontrol penuh sejak dari entok hingga proses memasaknya.

Menu andalan rumah makan ini adalah opor entok goreng, hasil modifikasi dari opor entok yang digoreng ulang sesuai permintaan pelanggan namun tetap disiram kuah opor.

Karyawan Johar Sari tengah memilih menu yang dipesan pembeli. (Setia Adiana/Jawa Pos Radar Magelang)
Karyawan Johar Sari tengah memilih menu yang dipesan pembeli. (Setia Adiana/Jawa Pos Radar Magelang)

 

Selain itu, Johar Sari juga menyediakan satu jenis sambal andalan yang telah bertahan lama.

Serta menu tambahan tumis kangkung yang baru ditambahkan beberapa bulan terakhir sebagai alternatif bagi pengunjung yang tidak menyukai makanan pedas. Disediakan pula menu ayam kampong, rica-rica-rica dan tongseng.

Dalam sehari, rumah makan ini biasa menghabiskan 40 hingga 50 ekor entok pada hari biasa. Jumlah tersebut meningkat saat musim liburan maupun momen tertentu seperti Ramadan dan Lebaran.

Harga yang ditawarkan berkisar dari Rp6.000 hingga Rp290.000 untuk porsi terbesar. 

Salah satu pelanggan, Efendi mengatakan cita rasa olahan entok di rumah makan tersebut berbeda.

Worth it karena rasanya enak dan besar untuk satu potongan entoknya,” ujar Efendi, yang mengaku menu favoritnya adalah entok goreng.  (setia adiana/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#rumah makan johar sari #entok kampung #gurih #legendaris #opor entok