RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Di tengah menjamurnya kuliner modern, lotek sayur masih diburu para pecinta kuliner pedesaan. Lotek sayur racikan Riniyati, di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung hingga kini tetap dirindukan pelanggannya.
Lebih dari 30 tahun lalu, Riniyati berjualan lotek di lapak sederhana di depan gapura Kelurahan Butuh.
Setiap pagi, perempuan 60 tahun itu, mulai menyiapkan dagangannya sejak dini hari. Sayuran segar dipilih dan dibersihkan, sementara bumbu kacang diulek secara manual. Itu supaya menghasilkan rasa gurih dan aroma khas.
Menurut Riniyati, proses tradisional ini menjadi kunci mengapa lotek buatannya tetap digemari hingga sekarang.
“Kalau bumbunya diulek sendiri rasanya beda, lebih enak dan wangi,” kata Riniyati kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Menu utama yang ditawarkan adalah lotek sayur dengan isian sederhana namun lengkap.
Sayuran rebus yang terdiri dari wortel, tauge, kangkung maupun bayam, timun, kubis, disiram dengan bumbu kacang, ditambah tahu goreng, membuat rasa semakin nikmat.
"Tapi kadang pelanggan itu request soal kepedasan. Ada juga yang minta variasi dikasih mendoan atau tahu goreng," ujar wanita paruh baya ini.
Meski tampil apa adanya, lotek ini memiliki rasa khas yang membuat pelanggan kembali lagi.
Selain lotek, lapak Riniyati sebelumnya juga dikenal menyediakan gado-gado, bakso uleg dan ceker, lotis, hingga rujak.
Soal harga, lotek racikan Riniyati tergolong sangat ramah di kantong. Saat ini, satu porsi lotek harganya mulai Rp8.000, menjadikannya favorit semua kalangan, mulai dari pelajar hingga orang tua.
Riniyati membuka lapaknya setiap hari pukul 08.00 hingga 14.00. Sebagian besar pembelinya merupakan pelanggan lama yang sudah bertahun-tahun setia menikmati lotek buatannya.
Sebagai ibu dari empat anak, Riniyati mengaku berjualan lotek bukan hanya demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga sebagai bentuk ketekunan menjaga warisan rasa yang telah melekat di masyarakat.
“Sudah kebiasaan dari dulu. Kalau tidak jualan malah merasa ada yang kurang," tuturnya sambil tersenyum.
Keberadaan lotek sayur racikan Riniyati menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tidak selalu kalah oleh tren.
Dengan rasa yang jujur, proses yang sederhana, dan harga yang bersahabat, lotek ini tetap bertahan melintasi waktu, menjadi bagian dari keseharian warga Temanggung. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo