RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang mengguncang perekonomian nasional, lahirlah sebuah cerita inspiratif dari seorang perempuan muda bernama Eka Yulia Astuti, 29.
Pada 2019, saat harus meninggalkan pekerjaannya, Eka memutuskan untuk menapaki jalan baru dengan merintis usaha kuliner yang unik, yaitu yangko dan mochi, bersama sang ibu.
Berawal dari kebiasaan sang ibu yang selalu membuat yangko saat lebaran tiba, lahirlah ide usaha yang hingga kini telah berkembang dengan inovasi rasa yang beragam dan pasar yang telah menjangkau hingga ke luar pulau Jawa.
Yangko sendiri merupakan makanan khas tradisional berbahan dasar tepung beras ketan yang umumnya ditemui di beberapa daerah di Indonesia, namun ciri khas yangko Eka Eco terletak pada inovasi isiannya.
Eka menambahkan berbagai jenis varian rasa sebagai pembeda produk yang ia tawarkan.
“Untuk isian yangko kita ada dua belas varian rasa, kalau mochi ada empat varian rasa seperti choco crunchy, green tea, strawberry, dan wijen kacang. Nah, kalau yangko yang best seller itu ada coklat, keju, stroberi kacang, pandan kacang, original, dan wijen kacang,” tutur Eka kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Eka menambahkan,bahan untuk membuat yangko dan mochi pada dasarnya sama, yaitu tepung beras ketan, gula, dan air. Namun, adonan mochi mereka menggunakan tambahan susu full cream yang membedakan dari biasanya.
Produksi harian yang dilakukan tidak menentu, menyesuaikan jumlah pesanan yang masuk, baik dari offline maupun online.
Eka memanfaatkan platform seperti Shopee, serta bekerja sama dengan lebih dari 100 reseller yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, hingga Palembang.
Saat permintaan meningkat, terutama pada akhir pekan dan musim liburan, penggunaan bahan baku bisa mencapai 100 kilogram tepung ketan per hari.
Sebelum usahanya ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga turis mancanegara, Eka mengaku pernah memiliki tantangan besar saat awal merintis usaha.
“Hambatan utamanya itu nyari pelanggan dan reseller yang sulit banget. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini reseller udah banyak. Selain itu, sulit juga nyari (strategi) promosi yang pas,” ungkap Eka saat ditemui pada Kamis (16/10/2025) lalu.
Melihat perkembangan usaha dan antusiasme pasar, Eka menyelipkan harapan besar untuk dapat membuka cabang di kota-kota lain untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Yangko Eka Eco berlokasi di Dusun Tinggal Wetan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, buka setiap hari pukul 07.00–20.00.
Selain produksi, tempat ini juga cocok untuk wisata edukasi dan belanja oleh-oleh khas Magelang.
Satu kotak yangko dan mochi dibanderol dengan harga Rp25.000, pas untuk oleh-oleh lezat dan istimewa. (nailah sekar abhinaya w/frisca nur febrista)
Editor : H. Arif Riyanto