Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Apem Djadoel Girly, Hidden Gem Kuliner Tradisional yang Bikin Nagih

Magang Radar Magelang • Jumat, 26 September 2025 | 14:48 WIB
Indah sedang menyusun apem yang baru matang di atas nampan beralas daun pisang.
Indah sedang menyusun apem yang baru matang di atas nampan beralas daun pisang.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Terletak di dalam gang kecil di pinggir kali kawasan Rejowinangun, Magelang, tersembunyi sebuah kuliner jadul yang sudah eksis sejak tahun 2020. 

Warung Apem Djadoel Girly menjadi tempat favorit bagi pecinta camilan legendaris yang ingin menikmati cita rasa autentik apem bakar dengan aroma khas sejak gigitan pertama.

Usaha ini bermula dari Indah, salah satu pemilik, yang dulu menjajakan apem buatannya dengan berkeliling di sekitar wilayah Rejowinangun. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pelanggan setia, Indah pun membuka warung sederhana di dekat rumahnya. Kini, usaha ini mampu menghabiskan 9 hingga 12 kilogram tepung beras setiap harinya.

Buka mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.30 WIB, warung ini selalu dipenuhi pelanggan setia yang antusias menikmati apem hangat setiap harinya. Tiga bersaudara, Indah, Tini, dan Lia bekerja sama dalam mengelola usaha ini,  mulai menyiapkan adonan sejak pukul 05.30 WIB.

Tini sedang memanggang apem di atas panggangan besi
Tini sedang memanggang apem di atas panggangan besi

Keistimewaan Apem Djadoel Girly terletak pada proses pemanggangan tradisional menggunakan arang dan cetakan besi. Cara panggang tradisional ini menghasilkan aroma bakar yang harum dan menggugah selera, berpadu sempurna dengan gurihnya santan kelapa. 

Teksturnya empuk dan legit, dengan rasa manis yang pas, mampu memberikan pengalaman menikmati apem dengan konsistensi rasa yang tak pernah berubah.

Pada momen tertentu, seperti saat ruwah atau menjelang puasa, jumlah pesanan meningkat drastis. 

"Biasanya pas ruwah sebelum puasa itu bisa terima pesanan sampai 2.800 buah sehari mbak, itu bisa ngabisin sekitar 30 kilogram tepung beras," ujar Indah saat ditemui pada Rabu (24/09).

Baca Juga: Pukis Legendaris Magelang Sebelah Kantor Pos: Lezatnya Kuliner Nostalgia yang Bertahan Sejak 1979

Uniknya, nama “Girly” merupakan singkatan dari “Pinggir Kali,” menegaskan lokasi strategis warung yang berada di pinggir sungai dan dalam gang sempit, tepat di alamat Karang Lor 813 RT 04 RW 15, Magelang.

Setiap apem dibungkus dengan daun pisang, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menambah aroma dan keaslian rasa apem itu sendiri, menjadikan setiap gigitan semakin istimewa.

Selain apem, warung ini juga menjual ketan serundeng yang merupakan titipan tetangga, dengan harga Rp3.000 per porsi sebagai pelengkap pilihan. Apem dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp1.500 per pcs.

Warung ini telah mendapatkan banyak pelanggan tetap yang selalu kembali untuk menikmati kelezatan apem bercita rasa otentik dengan aroma bakar yang khas dan menggoda selera. (mg7/mg9)

Editor : H. Arif Riyanto
#jadul #apem #jajanan tradisional #rekomendasi makanan #MakanEnak