Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Bakmi Pak Midjo: Cita Rasa Legendaris Magelang yang Bertahan Tiga Generasi

Magang Radar Magelang • Selasa, 9 September 2025 | 04:37 WIB

Pak Slamet sedang memasak pesanan Bakmi
Pak Slamet sedang memasak pesanan Bakmi

RADARMAGELANG.ID - Di tengah ramainya Kota Magelang, tepatnya di kawasan Rejowinangun, ada satu kuliner legendaris yang tetap bertahan hingga kini: Bakmi Pak Midjo. 

Warung sederhana di Jalan Mataram No. 24 ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan terkenal dengan cita rasa khas yang tidak berubah, meski sudah memasuki generasi ketiga.

Pak Slamet (55), penerus ketiga sekaligus cucu dari pendiri Bakmi Pak Midjo, menuturkan kisah panjang usaha keluarganya. Sejak kecil ia sudah akrab dengan aroma bumbu dapur dan tungku yang selalu menyala di warung. 

“Saya mulai ikut berjualan bersama bapak sejak tahun 1989, tapi baru benar-benar bisa sendiri tahun 1991,” kenangnya. Kini, setelah sang ayah meninggal, ia melanjutkan usaha warisan tersebut ditemani keponakannya.

Dari tahun 1980 sampai 1989, warung ini beroperasi di lokasi lama di kawasan Rejowinangun. Namun pada 15 Desember 1989, warung dipindahkan ke tempat yang sekarang dan bertahan hingga kini.

Nama Bakmi Pak Midjo sendiri diambil dari sang kakek, perintis pertama usaha ini. Setelah beliau wafat, usaha dilanjutkan oleh ayah Pak Slamet, dan kemudian berpindah ke tangannya. 

Meski ada beberapa anggota keluarga lain yang berjualan bakmi, hanya Pak Slamet yang meneruskan nama besar Bakmi Pak Midjo, sehingga pelanggan tetap tahu di mana menemukan cita rasa asli dari resep turun-temurun tersebut.

Keistimewaan Bakmi Pak Midjo tidak hanya terletak pada racikan bumbunya yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga pada cara memasaknya. Hingga kini, Pak Slamet masih setia menggunakan tungku arang.

Selain itu, wajan yang merupakan warisan dari sang kakek masih digunakan sampai sekarang. “Wajan ini sudah dari zaman kakek, masih awet dipakai sampai sekarang,” ujarnya dengan bangga.

Menu yang ditawarkan antara lain bakmi godog, bakmi goreng, bihun godog, bihun goreng, nasi goreng, dan nasi godog. Harga seporsinya Rp18.000, dan Rp21.000 jika ditambah telur. Semua bahan dibeli langsung dari pasar tradisional, dari pemasok yang sudah menjadi langganan keluarga sejak lama.

Bihun Godog Bakmi Pak Midjo
Bihun Godog Bakmi Pak Midjo

Warung yang buka setiap hari mulai pukul 17.30 hingga 23.00 WIB ini hampir tidak pernah sepi pengunjung. Bukan hanya warga Magelang yang datang, tapi juga pelanggan dari luar daerah, bahkan luar Jawa.

Salah satu pembeli, Nanda, 19, mengaku kerap datang untuk menikmati kelezatan Bakmi Pak Midjo 

“Rasanya beda banget sama bakmi lain. Kuahnya gurih dan porsinya pas. Walaupun tempatnya sederhana, tapi suasananya bikin betah. Enak banget makan di sini,” ujarnya.

Di balik segala suka duka, ada satu harapan sederhana yang ia simpan untuk masa depan.

“Harapan saya, nanti kalau saya udah tua, sudah dipanggil sama yang diatas, warung Bakmi Pak Midjo bisa diteruskan anak saya. Saya ingin usaha ini tetap bertahan, jangan sampek hilang,” ucapnya.

Bagi banyak orang, Bakmi Pak Midjo bukan sekadar makanan. Ia adalah bagian dari sejarah kuliner Magelang, bukti ketekunan tiga generasi, dan rasa khas yang membuat siapa pun ingin kembali lagi. (mg10/mg9)

Editor : H. Arif Riyanto
#magelang #rekomendasi makanan #Kuliner legendaris Magelang #makan enak #bakmi #kuliner legendaris #kuliner #makan