Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Bertahan Sejak 1950-an, Gethuk Pojok Makanan Tradisional Magelang Laris hingga Jadi Oleh-Oleh Favorit

Magang Radar Magelang • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 14:39 WIB
Photo
Photo

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Gethuk,  salah satu kuliner tradisional yang hingga kini tetap digemari masyarakat. Gethuk Pojok Bu Endang di Pasar Rejowinangun menjadi jujugan pemburu oleh-oleh khas Magelang.

Gethuk Pojok Bu Endang produksi Lina Sulistiana warisan dari keluarganya. Sejak tahun 1950-an gethuk ini sudah dibuat, sampai saat ini dikelola generasi keempat.

“Dari nenek moyang kita tahun 50-an sudah berdiri, ini turun-temurun. Sekarang sudah generasi keempat,” ungkap Lina kepada tim Jawa Pos Radar Magelang, Jumat (22/8/2025) di kiosnya di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang.

Pada hari biasa, Lina memproduksi 1-2 kuintal, sementara saat akhir pekan atau musim liburan bisa meningkat hingga 2-3. Pembelinya tidak hanya dari Magelang, tetapi juga dari luar kota.

Cita rasa gethuk semakin lezat dengan taburan parutan kelapa.
Cita rasa gethuk semakin lezat dengan taburan parutan kelapa.

Bahkan, beberapa reseller turut memasarkan produknya. Saat ini, usahanya telah memiliki cabang di Wonosobo, Semarang, dan Jogjakarta, dengan pusat produksinya tetap berada di Kota Magelang

Jenis gethuk yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari gethuk berwarna hijau dengan rasa pandan, getuk berwarna pink dengan rasa frambos, dan gethuk berwarna cokelat dari gula jawa, hingga gethuk kulit tumbuk.

Selain gehtuk, Lina juga menerima pesanan jajanan tradisional lain seperti klepon dan jongkong.

Keistimewaan produk ini terletak pada proses tradisionalnya dan tanpa bahan pengawet, sehingga daya tahan produk hanya sehari.

Kepopuleran gethuk ini turut dirasakan oleh para pedagang di sekitar Pasar Rejowinangun. Salah satunya Sumirah.

Perempuan 48 ini sudah berjualan di Magelang lebih dari 20 tahun. Ia mengaku kerap melihat ramainya pembeli getuk.

“Kalau tiap hari itu pelanggan gethuk pasti ramai. Apalagi kalau akhir pekan Sabtu-Minggu atau libur panjang, malah semakin ramai,” ujarnya.

Sejumlah pelanggan pun mengaku rutin membeli gethuk ini untuk berbagai keperluan. Dewi, 43, salah satu pembeli, menyebut biasanya membeli gethuk untuk oleh-oleh atau acara tertentu. “Kemarin terakhir beli untuk acara Agustusan,” katanya.

Sementara itu, Lina berharap usahanya terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

 “Semoga ke depan bisa menjangkau lebih banyak pembeli. Termasuk melalui e-commerce, agar semakin banyak yang menyukainya,” harapnya. (diah natasya/muhammad tegar/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#UMKM #gethuk pojok #magelang #pasar rejowinangun #tanpa bahan pengawet #kuliner tradisional #kuliner legendaris #gethuk