RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Ada yang kurang rasanya jika momen Syawal tak mencicipi menu khas Lebaran, yakni opor ayam ketupat.
Tapi apa jadinya jika ketupat itu disandingkan dengan masakan rendang khas Padang yang memiliki cita pedas, gurih, manis, dan asin. Nyatanya, kombinasi dari semua masakan tersebut menjadi sajian yang menggoda.
Itulah inovasi masakan Lebaran ala Stupa Restaurant by Plataran Heritage Borobudur. Ketupat disajikan dengan rendang, balado goreng kentang, gulai pucuk daun ubi, tahu/telur bacem, dan sambal lombok ijo.
Chef Yuli Yanto Rossy terinsiprasi dari uang koin kuno Rp 100 seri gambar rumah Gadang dan wayang.
Dari sinilah diyakini ada keterikatan kuat antara Sumatera Barat (Sumbar) dengan Jawa. Termasuk dalam masakan khas Padang yang mulai menggunakan gula pasir maupun gula Jawa untuk penguat rasa.
"Karena itu, rendang kali ini kami sajikan dengan tempe, tahu, dan telur bacem yang bercita rasa manis, dan ini merupakan lauk khas Jawa," terangnya.
Selain itu, masakan gulai pucuk daun ubi dengan bumbu rempah yang kuat menambah kekayaan rasa menu Lebaran kali ini.
Rossy berharap, menu Rendang Ketupat menjadi sajian yang berkesan bagi setiap pengunjung restoran.
"Sambutan dari pengunjung sangat baik. Bahkan sudah banyak yang kembali untuk menikmatinya lagi," akunya.
F&B Manager Plataran Heritage Borobudur Gerry menambahkan promo menu minuman Lebaran yang berlangsung sampai 31 April, yakni kurma berry bliss. Minuman ini merupakan perpaduan manis kurma dengan kesegaran buah cranberry dan jeruk.
"Kita nggak menonjolkan minuman yang creamy, tapi lebih ke manis, segar dan sedikit asam, karena di momen Lebaran, masyarakat sudah banyak yang menikmati aneka masakan bersantan," ujarnya.
Bahan-bahan untuk membuat kurma berry bliss ini menggambarkan adanya perpaduan buah khas Timur Tengah dengan buah-buahan yang biasa ditemukan di Negara Barat. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo