RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Warung wedang roti di Pasar Ngablak Kabupaten Magelang patut dicoba bagi para pecinta kuliner. Wedang yang manis gurih akan menghangatkan badan yang kedinginan.
Pasar Ngablak, dikenal sebagai salah satu pasar sayur terbesar di Kabupaten Magelang. Di Pasar Ngablak inilah terdapat warung wedang roti legendaris yang sudah berdiri sejak 1971. Tepatnya di area pasar ayam.
Warung ini pertama kali didirikan oleh Mbok Darmi. Dan saat ini diteruskan oleh generasi ketiga yaitu Yumiati. Meski sudah berusia setengah abad, cita rasa yang khas dari wedang roti tidak pernah berubah.
Para pelanggan pun masih setia mengunjungi dan membeli wedang roti di warung Yumiati. Wedang roti berisi roti tawar, dipadukan ketan kukus dengan kuah panas santan yang bercampur gula jawa.
Wedang roti memiliki cita rasa yang unik, kuah panas yang gurih dari santan dan rasa manis yang pas dari gula jawa. Ketan yang dipadukan dengan kuah terasa gurih dan pulen ditambah dengan roti yang mengenyangkan.
Resep wedang roti sudah Yumiati dapatkan secara turun temurun dari neneknya.
Cara pembuatannya cukup mudah dan masih tradisional. Ketan direndam terlebih dahulu semalaman sebelum dikukus dengan campuran parutan kelapa dan sejumput garam agar terasa gurih.
Kuah wedang roti terbuat dari perasan santan yang direbus dengan gula jawa, pandan dan vanili menggunakan kayu bakar atau arang. Dalam sehari warung Yumiati mampu menghabiskan 2 kilogram beras ketan.
“Sehari kita habis 2 kilogram beras ketan. Dulu sebelum Covid-19 kita bisa menghabisskan 4-5 kilogram beras ketan,” jelas perempuan berusia 53 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Harga satu porsi wedang roti Yumiati sangat murah. Hanya Rp 3.000. Dengan harga yang sangat terjangkau dan porsi yang pas menarik para pelangan untuk menikmati semangkuk wedang roti.
Selain wedang roti juga terdapat menu lain. Yaitu soto ayam, soto sapi, soto babat, dan soto iso dengan harga mulai Rp 8000-an.
Salah seorang pelangan setia wedang roti, Kusrini, mengaku sudah berlangganan sejak lama.
“Saya suka wedang roti karena rasanya enak dan harganya murah,” ujar wanita 32 tahun itu.
Warung ini tidak setiap hari buka. Hanya buka saat pasaran Pahing dan Wage. Mulai jam 05.00-11.00 siang. (mg19/mg23/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo