RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Sate Jambu di Muntilan, Kabupaten Magelang dirintis oleh Rebo pada tahun 1960.
Dengan keunikan rasanya, sate "Pak Rebo" memiliki banyak penggemar. Usaha ini kemudian diteruskan oleh anaknya Kardiman alias Pak Man mulai 1987. Karena rasanya yang tidak berubah, usaha ini pun bertahan sampai sekarang.
"Dulu nggak pernah dikasih (resep) sama Bapak. Tapi saya sering bantu berjualan, lama-lama bisa," ujar Kardiman.
Kardiman cerita, penamaan Sate Jambu diambil dari nama lokasi pertama usaha ini berdiri. Yakni di sekitar Pasar Jambu di Jalan Pemuda Muntilan.
Setelah usaha ini dikelola dia dan semakin besar, pindah lokasi tak jauh dari Pasar Jambu. Halamannya lebih luas untuk parkir.
"Untuk mengabadikan saja, karena dulu Bapak saya jualan di pinggir Jalan Jambu, jadi saya kasih nama Sate Jambu. Kalau dulu dikenal sate Pak Rebo," tutur pria kelahiran 1965 itu.
Meski menjadi pemilik usaha, Kardiman bingung jika diminta memberikan penilaian terhadap masakannya sendiri. Ia menyerahkan penilaian itu kepada pelanggannya.
"Terus terang dari bau dagingnya nggak prengus. Saya juga nggak tahu penyebabnya apa, hehe. Tapi kalau rasa, minta komentar pelanggan saja ya, haha," ujarnya sambil tertawa.
Sate Jambu memang punya keunikan tersendiri. Potongannya besar-besar dan ditusuk dengan tusuk besi, mirip sate klathak.
Bumbu satenya meresap sampai ke dalam daging. Sate Jambu ini memiliki rasa manis yang khas, juga bertekstur empuk.
"Soalnya saya pakai daging yang bagus. Kalau pas dapat daging kurang bagus, saya jujur sama pelanggan," ucapnya.
Menurutnya, selain rasa, kejujuran itulah yang membuat usahanya bisa langgeng. Padahal diakui Kardiman, harga satenya sedikit lebih mahal.
Satu porsi sate lengkap dengan nasi dan segelas teh dihargai Rp 50 ribu. Kardiman juga menyediakan berbagai menu masakan olahan kambing lainnya.
Seperti tengkleng goreng, tengkleng kuah, tongseng, gulai, sate goreng, dan nasi goreng. Harganya mulai dari Rp 40 ribu.
"Yang paling murah nasi goreng mulai dari Rp 30 ribu ada yang Rp 45 ribu," sebutnya.
Pelanggan, Edy Juanto, menyebut Sate Jambu tiada duanya. Sejak merantau ke Magelang dan mencicipi sate buatan Kardiman, ia langsung jatuh hati.
Pria asal Wonogiri ini pun menjadi pelanggan setia Sate Jambu. "Rasanya mantap. Sesuai harga," ujarnya. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo