RADARMAGELANG.ID—Buah ciplukan mengandung berbagai nutrisi yang penting untuk mendukung kesehatan tubuh.
Kandungannya mulai dari serat, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin C, B1, B2, B3, dan vitamin A.
Selain itu, buah berwarna jingga kekuningan ini juga mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Tak ketinggalan, kandungan antioksidan beta karoten dan polifenol.
Tanaman herbal ini mengandung karotenoid, sejenis antioksidan yang membantu mencegah sekaligus memperlambat kerusakan sel tubuh.
Antioksidan ini juga dapat membantu memperkuat sistem kardiovaskular.
Beberapa manfaat lain dari Physalis peruviana, meliputi:
- Mengatasi peradangan
- Membantu menurunkan kadar kolesterol
- Meningkatkan imunitas tubuh
- Menjaga kesehatan tulang
- Menyembuhkan penyakit kuning
- Mengelola diabetes
- Meningkatkan kemampuan penglihatan
- Mengatasi nyeri sendi dan rematik
- Meningkatkan kinerja saluran kemih
- Melindungi organ hati dan ginjal
- Membantu meningkatkan kesehatan otak
- Mengobati penyakit kurap
- Menghilangkan kuning pada newborn
- Sebagai penambah darah
- Mengobati kanker payudara
Cara Mengonsumsi Ciplukan
Buah ciplukan dapat Anda nikmati secara langsung atau mengeringkannya setelah mengupas bagian kulitnya.
Selain itu, berikut beberapa cara mengonsumsi buah ciplukan:
Menjadikannya sebagai campuran salad buah.
Menaburkannya sebagai topping salad sayur.
Menjadi minuman smoothie ataupun jus.
Mencelupkannya ke dalam saus coklat sebagai pencuci mulut.
Mengolah menjadi saus untuk santapan bersama daging atau ikan.
Mengolah menjadi selai.
Sebagai topping yoghurt dan granola.
Cara Membuat Jus Ciplukan
Buah ciplukan rasanya asam, manis, segar cocok dibuat jus penghilang dahaga saat buka puasa.
Bahan-bahan:
Buah ciplukan
Gula pasir/madu
Air matang
Es batu (sesuai selera)
Cara Membuat
Campurkan buah ciplukan, gula pasir, dan air matang lalu blender hingga halus.
Setelah itu saring, dan tambahkan es batu.
Jus ciplukan yang menyehatkan siap dinikmati.
Sebagai pengganti gula pasir, Anda bisa menambahkan madu murni yang tentu juga menyehatkan. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto