Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Gudeg Mbok Benik Temanggung, Kini Sudah Generasi Ketiga, Bikin Inovasi Gudeg Vakum yang Awet hingga Tiga Bulan

Addin Alfath • Minggu, 10 Maret 2024 | 22:36 WIB
Surya Darmawan, cucu dan generasi ketiga Gudeg Mbok Benik Temanggung.
Surya Darmawan, cucu dan generasi ketiga Gudeg Mbok Benik Temanggung.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung—Surya Darmawan adalah cucu dan penerus generasi ketiga Gudeg Mbok Benik Temanggung.

Mbok Benik pertama kali jualan gudeg pada 1958 atau 66 tahun yang lalu.

Surya melanjutkan jualan ibunya, Tutik.

Menu yang disajikan sampai sekarang adalah turun-temurun dari simbahnya, Mbok Benik.

Meski begitu, beberapa menu ada perkembangan.

Penjualan juga tidak hanya di Temanggung, tapi juga ke luar kota.

Bahkan sampai keluar negeri, yaitu Afrika.

Ada pelanggan asal Pakistan saat berkunjung ke Temanggung. 

Surya telah membuat gudeg dengan divakum agar bisa dibawa keluar kota.

Pembeli dari Afrika adalah pelanggannya orang Temanggung yang sekarang bekerja di sana. Pelanggan tersebut meminta agar dibuatkan per piece (satu-satuan) supaya bisa dimakan per porsi.

Dia kemudian membuatkan dan sampai di sana dengan baik-baik saja.

Gudeg tersebut dimakan untuk beberapa bulan yang disimpan di freezer

"Dia tinggal ngambil karena sudah kita buatkan seperti sachet untuk satu porsi. Dia memesan sekitar 40-an porsi. Kita pernah mencoba riset dan gudeg bisa bertahan sampai tiga bulan dan rasanya tidak berubah. Yang penting setelah kita vakum harus masuk pendingin," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Gudeg Mbok Benik memiliki keistimewaan pada rasanya.

Rasa gudeg ini adalah kombinasi gudeg beberapa daerah.

Tidak terlalu manis dan tidak terlalu asin.

Jadi, di tengah antara keduanya.

Surya lebih menonjolkan pada rasa gurihnya.

Rasa seperti itu, Surya meneruskan resep ibunya.

Karena menyesuaikan dengan lidah masyarakat Temanggung.

Setelah menjadi penerus jualan gudeg ini, Surya berpikir dan melakukan riset agar gudeg bisa dirasakan orang Sumatera misalnya.

"Mungkin gudeg kita agak berbeda. Kalau gudeg Jogja manis, kita tidak cenderung ke manis. Jadi, kita di antara masakan Semarang dan Jogja. Ilat Temanggung kui ora seneng kelegen, ora seneng kasinen (Lidah orang Temanggung itu tidak suka terlalu manis, dan tidak suka terlalu asin)," ungkapnya.

Gudeg Mbok  Benik Temanggung, mulai harga Rp 8 ribu hingga Rp 28 ribu per porsi.
Gudeg Mbok Benik Temanggung, mulai harga Rp 8 ribu hingga Rp 28 ribu per porsi.

Dia mengaku belajar dari masakan Padang.

Mengapa masakan Padang bisa diterima dimana-mana?

Karena masakan Padang tidak terlalu manis dan tidak terlalu asin.

Resep andalan dari Gudeg Mbok Benik ini adalah dari prosesnya.

Inilah yang membedakan dengan gudeg di tempat lain.

Surya memang mengejar proses yang lama.

Menurutnya, membuat gudeg itu tidak bisa singkat, misalnya membuat pagi kemudian sore siap disantap, itu tidak bisa.

Proses memasak gudeg bisa butuh waktu sampai dua bahkan tiga kali.

Hal tersebut fungsinya agar rasa bumbu benar-benar bisa merasuk.

Selain itu agar menjadi pengawet alami.

Karena benar-benar masak sampai dalam.

 

"Itu resep utamanya. Kalau bumbu saya rasa semuanya bisa dicontoh dan hampir sama. Tapi pengolahannya kita yang berbeda. Dan dari bahan baku kita juga berbeda," terangnya.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi Gudeg Mbok Benik secara langsung, harus datang pagi-pagi antara pukul 06.00 sampai pukul 08.00.

Sebab, setelah waktu tersebut, gudeg ini telah ludes terjual.

Meski demikian, pihaknya juga menjual gudeg ini secara online.

Dalam sekali buka, dia menyiapkan sekitar 100 porsi untuk hari biasa, dan 150-an porsi untuk hari libur.

Baca Juga: Mencicipi Menu Warung Entok Mbah Parti Grabag: Tekstur Lembut, Bumbu Meresap Sampai Daging Terdalam

"Biasanya antara jam 07.00 sampai 08.00 kita sudah habis. Sekarang target kita di online-nya. Karena kita bekerja sama dengan beberapa aplikasi. Kita juga menyediakan nasi boks. Kalau offline sebenarnya untuk temu kangen aja sama pelanggan-pelanggan lama yang pengen ngiras, ngobrol," jelasnya.

Untuk pemesanan online, dia standby di rumahnya di Jalan Dr Cipto 322, belakang gapura Batan dekat Kodim Temanggung.

Dia menyebutkan, variasi harga gudeg di tempatnya mulai dari Rp 8 ribu sampai Rp 28 ribu. Dengan Rp 8 ribu, pembeli sudah bisa mendapat satu porsi komplit gudeg, yaitu nasi, sambel goreng tahu, sambel goreng krecek, dan santan.

Di atas Rp 8 ribu sudah menggunakan telur.

Sementara untuk yang paling tinggi, Rp 28 ribu mendapat ayam dada.

Ayam dada ini sangat besar.

Biasanya untuk porsi empat orang.

Karena kadang ada orang yang ingin makan dengan ayam yang besar.

Sebelum meneruskan ibunya berjualan di Temanggung, Surya juga pernah berjualan gudeg di Jogja ketika masih kuliah pada 2004.

Kalau di Temanggung sejak 2012. 

Beberapa pelanggannya dari luar daerah memintanya untuk membuka warung permanen. Agar bisa menikmati masakannya saat ke Temanggung pada sore atau malam hari. Pelanggannya juga dari lintas generasi.

Tak sedikit pelanggan yang sudah berusia tua.

Dia mencontohkan saat pindah tempat jualan dari alun-alun ke tempat sekarang di Jalan Gatot Subroto No 9, Tawangsari, Kebonsari, Temanggung, pelanggan yang tua sempat hilang karena mencarinya dan tidak mendapat kabar.

Namun setelah mengetahui di tempat barunya, mereka kembali lagi.

"Yang pelanggan sudah tua rata-rata hampir tiap hari jajannya. Saya tanya kok tidak bosen-bosen? Katanya kalau sudah makan nasi gudeg, bisa awet kenyang sampai siang. Dia makannya gudeg pagi, dan sore baru dahar lagi," ungkapnya. (din/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#legendaris #manis #gudeg #kuliner temanggung #kuliner legendaris #temanggung #asin