IKM Center  Gadeng 200 Pengusaha  Kota Magelang

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:09 WIB
IKM Center Kota Magelang menjual ratusan produk unggulan Kota Magelang.  (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
IKM Center Kota Magelang menjual ratusan produk unggulan Kota Magelang.  (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang – IKM Center di Kota Magelang menggandeng 200 pengusaha industri kecil dan menengah dari berbagai sektor, mulai dari produk olahan makanan, fesyen, hingga seni kriya.

Kemitraan dengan perajin lokal ini sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar serta mengenalkan produk-produk unggulan Kota Magelang.

Pengelola IKM Center Kota Magelang Maria Yosephine Hariati mengatakan, produk-produk yang dipasarkan di IKM Center telah dikurasi. Tahap penyaringan itu penting dilakukan agar produk yang dijual benar-benar layak, aman, dan memiliki daya tarik.  “Mereka harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sedangkan untuk makanan harus memiliki legalitas izin edar pangan, baik PIRT maupun Halal,” terang perempuan yang akrab disapa Yossie itu, kemarin.

Meski belum banyak warga lokal yang datang untuk berbelanja oleh-oleh khas Kota Magelang di IKM Center, nyatanya beberapa produk bahkan sudah terbang ke negara tetangga. Seperti suvenir sandal dan kecap yang dikirim hingga ke Malaysia.  “Ada juga permintaan pengiriman ke beberapa wilayah luar Jawa, karena perantau rindu dengan makanan-makanan khas Magelang,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya tengah menyerukan untuk mencintai produk lokal. Bagi Yossie, ajakan itu menjadi kunci utama agar masyarakat memiliki kesadaran untuk membantu para pengusaha lokal berkembang.

Kontribusi masyarakat dalam penyerapan produk lokal akan berdampak pada stabilitas dan mendukung kemajuan daerah. Jika permintaan pasar semakin deras, Yossie yakin, para pelaku IKM akan meningkatkan kualitas produk mereka.  “Kita bantu agar mereka terus tumbuh dan maju,” tambahnya.

Ia memastikan harga produk di IKM Center juga lebih murah dari pasaran karena didapatkan langsung dari tangan pertama.  Selain memajang ratusan produk, IKM Center juga didesain menjadi ruang bertumbuh bagi komunitas-komunitas di Kota Magelang. Kini pusat oleh-oleh yang dikelola oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) itu juga bermetamorfosa menjadi pusat kreatif (Creative Hub).

Beberapa komunitas yang telah tergabung, antara lain komunitas street dance, musik, graffiti/mural, hingga pelukis. “Beberapa tembok di IKM Center ini dihiasi karya dari teman-teman graffiti, pemural, dan kami juga memajang karya para pelukis Magelang,” imbuhnya.

Yossie mengungkapkan, acara ekshibisi karya lukisan yang berlangsung berhasil mencatatkan 11 transaksi penjualan. Respon positif dari kolektor menambah semangat para perupa untuk berkarya. (put/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
perajin lokal Nomor Induk Bersama kemitraan UMKM IKM Center