Magelang Flower Festival Perkuat Identitas Julukan Tuin van Java

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:33 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat jumpa pers agenda Kota Magelang sepanjang Oktober-November.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat jumpa pers agenda Kota Magelang sepanjang Oktober-November.   

RADARMAGELANG.ID, Magelang—Persiapan Pemkot Magelang dalam gelaran Magelang Flower Festival (MFF) mencapai 80 persen.

Acara itu digadang menjadi perhelatan akbar yang menyatukan kegiatan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Pj Sekda Kota Magelang Indah Dwi Antari mengatakan, pihaknya terus mematangkan konsep dan melakukan koordinasi secara intensif bersama para mitra untuk menyukseskan hajatan selama sepekan itu, 25 Oktober sampai 1 November.

Rangkaian MFF sendiri akan diisi dengan beragam kegiatan menarik. Mulai dari pameran tanaman hias, coaching clinic hortikultura, pelatihan, lomba,  dan sebagai puncak acaranya adalah karnaval budaya. "Acaranya nanti akan banyak, puncaknya 1 November ada Ethno Carnival," ujarnya, pekan lalu.

Indah menegaskan, MFF bukan sekedar acara hiburan biasa yang berpusat di alun-alun. Melainkan sebagai langkah strategis memperkuat identitas Kota Magelang. Secara historis, Kota Magelang memiliki julukan Tuin Van Java atau kebunnya tanah Jawa, sehingga dalam MFF ini menghadirkan showcase tanaman hias. "Tujuan kita mengarah ke sana, kota ini dulu dijuluki sebagai kebunnya Pulau Jawa," imbuhnya.

Melalui acara ini, Pemkot Magelang menghidupkan kembali julukan bersejarah itu. Selain itu, MFF menjadi acara strategis untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan.

"Harapan kita, teman-teman UMKM, perhotelan, tempat oleh-oleh khas Kota Magelang bisa ramai seiring dengan meningkatnya aktivitas kota," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Magelang Handiri Rahayu menambahkan, MFF mengusung konsep kolaborasi yang terpadu antar-OPD dalam satu kalender acara besar. Keuntungan dari acara ini adalah lebih irit biaya karena masing-masing OPD tidak perlu membuat acara sendiri-sendiri.

"Ketika acara mereka disatukan maka akan menambah durasi penyelenggaraan acara menjadi lebih panjang, sehingga menambah lama tinggal kunjungan wisatawan dan tambah menarik," katanya.

Dengan penyatuan acara dari lintas OPD, MFF ditargetkan bisa meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Dini menegaskan, sejak Kota Magelang ramai acara, ekonomi daerah terdongkrak hingga 40 persen. Sementara dari sisi kunjungan wisatawan meningkat lebih dari 200 persen.  (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Magelang Flower Festival UMKM pemkot magelang oleh-oleh opd