Dikebut, Pembangunan Monumen Paku Bumi di Simpang Bayeman Kota Magelang

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:23 WIB
Pembangunan pondasi batu untuk pelataran Monumen Paku Bumi di Simpang Bayeman Kota Magelang. (DIAH ARDI SAPUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Pembangunan pondasi batu untuk pelataran Monumen Paku Bumi di Simpang Bayeman Kota Magelang. (DIAH ARDI SAPUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang—Pembangunan Monumen Paku Bumi Kota Magelang di Simpang Bayeman terus dikebut.

Memasuki minggu keempat pengerjaan, progres pembangunan telah mencapai 25 persen.

Pengawas lapangan proyek Muhammad Faris mengatakan, pekerjaan saat ini masih pada tahap pondasi.

"Baru pengecoran untuk pondasi,” ujarnya.

Pekerja mulai mengerjakan pondasi batu untuk pelataran monumen serta penyambungan pondasi.

Monumen Paku Bumi memiliki ketinggian 15 meter dengan diameter 9,5 meter.

Dikatakan, desain awal monumen berasal dari HK, lalu dikembangkan dan disesuaikan dengan karakter Kota Magelang.

Konsep desainnya mengambil filosofi keris Nagasasra, dengan ornamen bunga teratai dan naga Jawa yang diaplikasikan pada bagian monumen.

Keberadaan monumen ini nantinya juga dibarengi dengan penataan kawasan. Jalan di sekitar monumen akan diperlebar, sementara trotoar untuk pejalan kaki dan jalur sepeda disiapkan.

"Untuk pejalan kaki tetap dibikinkan trotoar, Mbak, yang mengarah ke utara, sama nanti ada jalur sepeda," ujar Faris, Rabu (7/10/2026).

Sementara itu, antusiasme warga sekitar terhadap pembangunan monumen cukup tinggi.

Supri, 57, warga Gang Kantil menyambut baik pembangunan tersebut.

Menurutnya, sejauh ini pembangunan monumen belum berdampak pada aktivitas warga sekitar.

Selama pengerjaan berlangsung, kondisi lalu lintas di kawasan itu juga relatif lancar dan tidak menimbulkan kemacetan.

"Kalau dampak, ya nggak begitu. Malah bagus sebetulnya," kata Supri.

Ia berharap monumen ini menjadi ikon baru, menggeliatkan perekonomian masyarakat sekitar, serta menjadi kebanggaan warga Kota Magelang.

Ia juga berharap kawasan Simpang Bayeman semakin ramai dan lebih tertib.

"Sekarang banyak pengendara motor yang trabas ke kanan, padahal kan memang larangan. Harapannya, keberadaan tugu di tengah bundaran membuat arus kendaraan lebih teratur,” harapnya. (mg9/mg1/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Monumen Paku Bumi Bayeman pejalan kaki trotoar Kota Magelang