RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kota Magelang mencatatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Magelang dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp7,5 miliar.
Rupanya, nominal ini lebih kecil dibanding beban anggaran Program Pemberdayaan Masyarakat dan Infrastruktur (Prodamai) yang menyedot anggaran hingga Rp50,5 miliar.
Tidak main-main, setiap RT menerima dana Prodamai Rp 50 juta.
Secara keseluruhan, jumlah penerimanya mencapai 1.030 RT.
Mereka bebas mengusulkan aspirasi disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitar.
Kepala DPMP4KB Kota Magelang Wawan Setiadi menargetkan seluruh RT di Kota Magelang akan menerima penuh manfaat dana Prodamai paling lambat Desember mendatang.
Saat ini tinggal lima paket pengadaan infrastruktur yang masih kurang, juga beberapa pengadaan barang.
“Kita masih berproses, dan sebelum akhir tahun sudah selesai,” kata Wawan.
Sementara Prodamai untuk kegiatan pelatihan sudah berjalan.
Salah satunya adalah Sekolah Lansia.
Para peserta program tersebut telah diusulkan oleh masing-masing RT.
Selain Sekolah Lansia, alokasi Prodamai yang sudah terealisasikan antara lain bantuan alat tulis sekolah untuk kejar paket dan homeschooling, pembuatan biopori, pembuatan sambungan rumah (SR) PDAM, pelatihan kerja, pelatihan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat, dan lainnya.
Wawan menyebutkan, dana Prodamai itu melekat di beberapa OPD. Selain di DPMP4KB, dana itu ada di Disperkim, Diskominsta, Disporapar, DLH, Dishub, Dikbud, Disnaker, dan Dinkes.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, Prodamai bertujuan untuk meningkatkan daya saing tiap RT.
Tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana wilayah tapi juga kompetensi masyarakatnya.
“Inilah bentuk persembahan pemerintah pada masyarakat, karena kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi melalui program ini,” ujarnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto