Dari Magelang ke Kuala Lumpur: Untidar Petakan UMKM Desa yang Terjepit Gap Digital

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 21:46 WIB
Tim peneliti Universitas Tidar turun langsung ke Kuala Lumpur, 21-24 September lalu.
Tim peneliti Universitas Tidar turun langsung ke Kuala Lumpur, 21-24 September lalu.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Riset Universitas Tidar (Untidar) tak lagi hanya di kampus atau lingkup area Magelang saja.

Tim peneliti Universitas Tidar turun langsung ke Kuala Lumpur, 21-24 September lalu, menggali data lapangan hingga Focus Group Discussion (FGD) untuk membangun kerangka ekosistem inovasi inklusif dan kewirausahaan digital desa.

Riset kolaborasi Indonesia-Malaysia ini diketuai Siti Arifah, bersama Noor Ismawati Jaafar, Rochmat Aldy Purnomo, Farzana Tajudeen, Emma Dwi Ratnasari, dan Ericka Darmawan.

Fokusnya komunitas pedesaan di Magelang dan kawasan pedesaan sekitar Kuala Lumpur.

“Penelitian ini bertujuan memetakan tantangan nyata pelaku UMKM desa, mulai dari kesenjangan digital antargenerasi hingga hambatan birokrasi, sehingga kita bisa merumuskan ekosistem kewirausahaan digital yang benar-benar inklusif,” ujar Siti.

Riset kualitatif dengan wawancara mendalam ke 20 pemilik UMKM desa menemukan potret yang tajam, pengusaha muda sangat agresif ekspansi pasar lewat TikTok dan Instagram, sementara pengusaha senior usia 50 tahun ke atas gagap teknologi dan hanya mengandalkan alih pengetahuan dari anak muda.

Selain gap digital, temuan lain yakni prosedur bantuan pemerintah yang ruwet dan minimnya pendampingan lanjutan.

“Rumusan kerangka kerja ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pembuat kebijakan di kedua negara, dan segera terbit di jurnal internasional bereputasi,” kata Siti.

Langkah ini diapresiasi pimpinan fakultas.

Wakil Dekan Axel Giovanni menyebut ini momentum emas.

“Kami sangat menyambut baik. Harapan kami inisiatif ini tidak berhenti di tingkat dosen, tapi ditingkatkan ke kolaborasi mahasiswa, riset bersama maupun pertukaran mahasiswa,” ungkapnya.

Kolaborasi dengan Universiti Malaya dinilai strategis.

Kampus tersebut kini peringkat 56 dunia versi QS World University Rankings 2026.

Dari Magelang ke Kuala Lumpur, Untidar sedang memetakan masa depan UMKM desa agar tak tertinggal di era digital.

“Ini hal yang sangat baik dan momentum emas bagi Untidar untuk belajar langsung dari kampus yang sudah sangat establish di kancah global,” tutup Axel. (rfk)

 

Editor : H. Arif Riyanto
universitas tidar digital riset penelitian tiktok