Job Fair, 18 Perusahaan Siap Tampung Alumni Untidar 

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 19:43 WIB
Pengunjung job fair 4.0 Untidar berbincang dengan penjaga stan BNI 46 di  GKU dr H.R Suparsono, Rabu (30/9). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Pengunjung job fair 4.0 Untidar berbincang dengan penjaga stan BNI 46 di  GKU dr H.R Suparsono, Rabu (30/9). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang--Universitas Tidar (Untidar) tak ingin job fair hanya sekadar menjalankan program tahunan.

Karena itu, pada Job Fair 4.0 kali ini, Untidar sengaja tak mengejar banyak tenant, namun hanya tenant yang betul-betul mau menampung alumni.

“Kami tidak fokus pada banyaknya tenant. Banyak tapi kalau tidak merekrut alumni kita kan tidak ada gunanya. Ini hanya beberapa, tetapi yang betul-betul akan merekrut,” kata Kepala UPA PKK Untidar Dra Lucia Rita Indrawati usai pembukaan job fair, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, hingga saat ini sudah hampir 100 alumni terserap dari kerja sama yang dibangun. Evaluasi dari tenant juga menjadi bekal untuk menambah skill lulusan. Salah satunya Bahasa asing.

“Kami ada mitra yang membantu perekrutan alumni ke luar negeri, salah satunya ke Jepang. Bahasa menjadi faktor utama untuk bersaing. UPA Bahasa akan memberi nilai tambah lewat pendampingan ijazah dan skill,” ujarnya.

Permintaan terbaru datang dari Mayora yang tengah membangun pabrik di eks Patal Secang. Perusahaan ini membutuhkan alumni Teknik Elektro dan Teknik Mesin.

Ketua panitia Job Fair Mumpuni Wahyudiarti Sitoresmi mengatakan, job fair digelar sehari diikuti 18 perusahaan yang telah melalui kurasi. Target pengunjung tahun ini 1.200 orang, naik dari tahun lalu sebanyak 1.000 orang. "Tahun ini kita adakan satu hari dulu untuk memulai semangat lagi. Tahun depan kita rencanakan secara hybrid; offline dan online, agar menjangkau mitra lebih luas, bahkan luar pulau," ujarnya.

Rektor Untidar Prof Sugiyarto mengatakan, job fair selain memfasilitasi para pencari kerja, juga diharapkan ada kolaborasi lebih lanjut. Terutama kompetensi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk bisa bekerja secara profesional.

“Job fair ini tangan panjang Bidang Kemahasiswaan untuk tidak hanya mengurusi mahasiswa, tapi juga mengurusi alumni agar karirnya meningkat dan sekaligus menambah jaringan kemitraan Untidar dengan dunia industry,” katanya.

 

 

 

Hal itu sejalan dengan salah satu misi Untidar Magelang sebagai lembaga pendidikan yang mendorong alumninya untuk bekerja atau berwirausaha serta membangun kemitraan yang luas.

Tak terhitung lagi lamaran yang telah dikirim Alya Virginia Rosanto, 22, sejak lulus Statistika Universitas Diponegoro, Semarang, Maret lalu. Namun hingga kini, panggilan wawancara tak kunjung datang.

“Hanya ada yang sampai tahap psikotes saja," ujar gadis asal Kota Magelang itu, lirih.

Selasa itu, Alya tak datang sendiri ke Job Fair Untidar 4.0. Ibunya, Rusmiyatun, 56, menemani menyusuri satu per satu stan perusahaan.

“Support anak. Biar lebih percaya diri dan semangat,” tutur Rusmiyatun.

Alya mengaku sudah menyisir bursa kerja ke bursa kerja, melamar lewat platform daring, namun hasilnya nihil. Perbankan menjadi sasaran utamanya, berbekal pengalaman magang di bank.

Baginya, lowongan bukan masalah. Lapangan kerja banyak. Yang ia butuhkan adalah bekal. “Tidak ada masalah ketersediaan lapangan pekerjaan, jumlahnya sudah banyak. Hanya saja pelatihan-pelatihan kerja oleh pemerintah lebih diperbanyak untuk bekal kompetensi pencari kerja," katanya.

Di tengah ramainya Job Fair yang menargetkan 1.200 pengunjung, Alya adalah potret sarjana muda yang masih berjuang. Membawa map lamaran, ditemani doa ibu, berharap satu pintu akhirnya terbuka. (rfk)

 

Editor : H. Arif Riyanto
UPA Bahasa bursa kerja untidar job fair Rektor Untidar Prof Dr Sugiyarto